Hingga April 2019 Pencairan JHT Mencapai 732 Ribu Kasus

user
agus 28 Mei 2019, 01:51 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) Agus Susanto menyatakan dari sisi pembayaran klaim jaminan pada April 2019, terdapat kenaikan mencapai 17% dibandingkan periode yang sama tahun 2018 atau mencapai Rp9,4 triliun.

Pembayaran klaim Jaminan Hari Tua (JHT) mencapai 92% dari seluruh klaim, disusul Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebanyak 5%, Jaminan Kematian (JKM)  sebanyak 2% dan Jaminan Pensiun (JP) sebanyak 1%. "Tingginya pencairan JHT yang mencapai 732 ribu kasus sampai dengan April 2019 menjadi salah satu tantangan utama bagi kami. Ini menyebabkan penurunan sisi cakupan kepesertaan," jelas Agus di Jakarta, Senin (27/5/2019).

Dalam acara Berbuka Bareng Media ia mengungkapkan, regulasi yang mendorong kemudahan pencairan JHT bagi pekerja resign atau terPHK ini membuat pihaknya harus berusaha lebih keras untuk meningkatkan akuisisi kepesertaan. Untuk itu, Agus berharap Pemerintah akan menyempurnakan regulasi terkait pencairan JHT sesuai semangat jaminan hari tua, agar para pekerja memiliki simpanan untuk persiapan memasuki masa tidak produktif bekerja.

Ia menambahkan, klaim JKK juga mengalami peningkatan 37% atau mencapai 59 ribu kasus, dengan rincian 60% terjadi di lingkungan kerja, 27% terkait kecelakaan lalu lintas dan 13% terjadi di luar lingkungan kerja. Agus menyebutkan, banyak masyarakat belum menyadari manfaat JKK, padahal manfaatnya sangat luar biasa, meliputi perawatan tanpa batas biaya sesuai kebutuhan medis, santunan pengganti upah bahkan bantuan persipan mental dan fisik untuk kembali bekerja.

"Kami banyak menemukan kasus JKK yang membutuhkan perawatan dalam waktu lebih dari 12 bulan dan memerlukan biaya miliaran. Bayangkan jika pekerja atau pemberi kerja harus menanggung semua biaya tersebut,” urai Agus.

Meski manfaatnya sudah luar biasa, BPJS TK terus berusaha meningkatkan manfaat dari program JKK dan JKM. Saat ini peningkatan manfaat yang sebelumnya tertuang di dalam PP No. 44 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian sedang dalam proses pengesahan oleh Pemerintah.

"Salah satu yang ditingkatkan adalah manfaat santunan kematian yang sebelumnya Rp24 juta menjadi maksimal Rp42 juta. Selain itu, manfaat beasiswa bagi anak peserta yang meninggal dunia juga akan diberikan bantuan beasiswa untuk 2 orang anak sampai dengan lulus kuliah, sebelumnya hanya 1 orang anak saja sebesar Rp12 juta," tutur Agus sambil berharap pemerintah segera mensahkan revisi PP No.44 tahun 2015. (Ful)

Kredit

Bagikan