Kominfo Identifikasi 175 Konten Hoax

user
agus 07 Februari 2019, 14:10 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah mengidentifikasi sebanyak 175 konten hoax atau berita bohong yang menyebar di internet dan media sosial selama Januari 2019. Jumlah konten hoax terbanyak ditemukan pada 22 Januari 2019 yakni sebanyak 11 konten.

Plt Kepala Biro Humas Kemenkominfo Ferdinandus Setu mengemukakan, hasil pemantuan konten internet dan media sosial yang dilakukan Direktorat Pengendalian Konten Internet Ditjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo mengatakan, rata-rata sehari menemukan 4-6 konten hoax dari beragam isu.

"Selama Januari 2019, jumlah isu hoax atau disinformasi yang berkaitan dengan Pemilihan Umum ditemukan sebanyak 81 konten. Salah satu yang berdampak mendapatkan perhatian publik adalah hoax temuan 7 kontainer surat suara sudah dicoblos di Tanjung Priok, isu PKI, ijazah, sampai berkaitan dengan simbol jari," ungkap Ferdinandus di Jakarta, Rabu (6/2).

Sementara untuk hoax atau disinformasi yang berkaitan dengan peristiwa sebanyak 22 konten. Contohnya antara lain berkaitan dengan aksi bunuh diri di Sukoharjo, video orang yang telah dimakamkan 4 hari kembali hidup, atau pakai OVO bayar pendidikan dapat cashback 60%.

Adapun isu pemerintahan, lanjut Ferdinandus, diidentifikasi sebanyak 13 konten. Beberapa di antaranya hoax mengenai Kemenag memberi lampu hijau pada LGBT, pengangkatan honorer K2 jadi PNS, hingga razia STNK dan lowongan kerja di rumah sakit.

Mengenai isu agama juga ditemukan 9 konten, misalmya yang berkaitan dengan Muslim Ughyur, larangan Salat Jumat di perusahaan China, atau yang menarik perhatian publik berkaitan dengan ceramah Kyai Said Aqil Siradj dalam acara internal Muslimat NU.

Adapun isu yang berkaitan dengan bencana, makanan dan tokoh ditemukenali masing-masing sebanyak 8 konten. Soal bencana misalnya berkaitan dengan angin kencang di Ancol, potensi gempa 8 SR, banjir Katulampa sampai gempa susulan di Jawa Barat.

Hoax yang berkaitan dengan makanan yang dapat diidentifikasi antara lain soal garam yang tidak boleh dimasak, lintah di kangkung, mie instan penyebab kanker sampai es krim yang mengandung lemak babi.

Untuk tokoh yang dikaitkan dengan paling banyak dimunculkan dalam konten hoax, menurut Ferdinandus, antara lain Presiden Joko Widodo, Ahok, dan Ustadz Arifin Ilham.

Mengenai keamanan dan teknologi masing-masing 4 konten. Selebihnya berkaitan dengan kecelakaan (3 konten) dan lingkungan (1 konten). Yang berkaitan dengan teknologi misalnya mengenai keychain GPR, main HP sebabkan mata bengkak dan blokir SMS.

Ferdinandus Setu mengimbau warganet dan pengguna media sosial atau aplikasi pesan instan agar tidak menyebarluaskan informasi hoax dalam bentuk apapun. "Jika ditemukan adanya indikasi informasi yang mengandung hoax, warganet dapat melaporkannya melalui aduan konten.id atau akun @aduankonten," ujar Ferdinandus. (Sim/Edi)

Kredit

Bagikan