70 Negara Terima 'Ekspor' Pengangguran dari Korsel

user
danar 15 Mei 2019, 05:10 WIB
untitled

KOREA SELATAN, KRJOGJA.com - Program pemerintah Korea Selatan (Korsel) untuk mengekspor lulusan kuliah yang menganggur telah makin populer. Para anak muda pun mendaftar ke program yang mengirim mereka untuk bekerja di luar negeri selama beberapa waktu.

Dilaporkan Reuters, program ini terlaksana karena banyak lulusan kuliah tidak bisa mendapat pekerjaan akibat terlalu banyak saingan. Salah satu program pemerintah adalah K-move yang tahun lalu saja menemukan pekerjaan di 70 negara untuk 5.783 lulusan. Angka itu naik tiga kali lipat dari tahun 2013 ketika program dimulai.

Hampir sepertiga dari mereka bekerja di Jepang yang justru sedang kekurangan tenaga kerja. Cho Min Kyong (27) bekerja sebagai insinyur di Nissan, Jepang, karena 10 lamaran kerjanya ditolak perusahaan Korsel.

"Bukannya saya tidak cukup mumpuni. Yang jelas terlalu banyak pencari kerja seperti saya, itulah kenapa banyak yang gagal. Ada lebih banyak peluang di luar Korea," ujarnya yang sekarang bekerja di daerah Atsugi, barat daya Tokyo.

Program di Korsel ini tidak menuntut kewajiban apa-apa dari pesertanya. Yang jelas, pemerintah Korsel berusaha agar para lulusan muda ini tidak jatuh miskin.

"Kehilangan modal manusia bukanlah yang dicemaskan pemerintah saat ini. Namun, yang lebih urgent adalah mencegah mereka jatuh ke kemiskinan," ujar Kim Chul Ju, Deputy Dean di Asian Development Bank.

Ketika program seperti ini mulai pada tahun 2013, ada hampir satu dari lima pemuda Korsel tidak memiliki pekerjaan. Pada Maret lalu, satu dari empat warga Korsel berusia 15-29 tahun juga tidak memiliki pekerjaan.

Ada yang menganggur karena pilihan sendiri, maupun karena tidak dapat pekerjaan. Namun, program ekspor pekerja ini juga tidak selalu seindah ekspektasi.(*)

Kredit

Bagikan