May Day, BPJS TK Berkomitmen Tumbuh Bersama Pekerja

user
agus 03 Mei 2019, 18:56 WIB
untitled


JAKARTA, KRJOGJA.com - Memperingati Hari Buruh International (May Day) BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh bersama pekerja Indonesia melalui upaya meningkatkan cakupan kepesertaan dan inovasi untuk memberikan layanan dan manfaat perlindungan jaminan sosial bagi pekerja Indonesia.


Terkait hal itu, Dirut BPJS TK Agus Susanto mengatakan, pihaknya menyelenggarakan Seminar Nasional sebagai bagian dari kegiatan Promnotif dan Preventif yang menjadi bagian dari tanggung jawab BPJS TK dalam menekan angka kecelakaan kerja. "Keselamatan dan kesehatan di tempat kerja merupakan salah satu kunci untuk tercapainya 2030 Agenda for Sustainable Development Goals, terutama untuk pencapaian SDG 3 (Good Wealth and Well-Being) dan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth)," tuturnya di Jakarta, Kamis (2/5/2019).


Di Indonesia, jelasnya, jumlah kasus kecelakaan kerja cenderung meningkat dari tahun ke tahun, di mana sepanjang tahun 2018 terjadi kasus kecelakaan kerja sekitar 157 ribu dimana 1,6% (4.678 kasus) berakibat pada kematian dan sekitar 3% (2.439 kasus) menimbulkan cacat. Hal ini berdampak besar bagi pekerja, keluarga, dan perusahaan itu sendiri.


"Untuk itulah sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen BPJS Ketenagakerjaan sebagaimana yang  diamanahkan dalam PP 44 2015 dan Permenaker 10 tahun 2016, ikut berperan dalam menurunkan angka kecelakaan kerja melalui kegiatan Promotif Preventif yang salah satunya adalah seminar nasional dalam penerapan K3 hari ini," ujar Agus.


Selain itu, lanjutnya, kegiatan ini juga sebagai implementasi Vision Zero yang di endorse oleh ASSA sebagai transformational approach untuk pencegahan yang mengintegrasikan safety, health dan well-being. Kegiatan Seminar Nasional ini merupakan salah satu dari 4 Kegiatan Promotif Preventif BPJS Ketenagakerjaan yaitu helmisasi bagi pekerja, training safety riding, bantuan poster promosi keselamatan kerja.


Direktur Pelayanan BPJS TK Krishna Syarif mengatakan, tahun 2019 ini kegiatan Promotif Preventif dilaksanakan berdasarkan survei yang dilakukan kepada peserta/personalia/HRD perusahaan di Indonesia. Sedang, khusus bantuan helmisasi dan training safety riding yang didasarkan pada angka kecelakaan kerja akibat kecelakaan lalu lintas merupakan kedua terbanyak atau 23% (36.621 kasus) dari total kecelakaan kerja di tahun 2018 sebanyak 157.313 yang mengakibatkan kecacatan hingga kematian.


"Itu mengakibatkan biaya pengobatan dan perawatan yang tertinggi dibanding kejadian kecelakaan kerja untuk kasus yang lain," kata Krishna sambil berharap para pekerja lebih peduli terhadap pentingnya alat pelindung diri mulai dari pada saat menuju tempat kerja, lokasi kerja hingga kembali dari tempat kerja. (Ful)

Kredit

Bagikan