BPJS TK Mendata Peserta Korban Kebakaran Pabrik Korek

user
agus 22 Juni 2019, 23:10 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - duka kembali menyelimuti nasib pekerja Indonesia dan kali ini musibah kebakaran pabrik korek api gas yang terjadi pada hari Jumat (21/6/2019) di Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat, Sumatera Utara dan menewaskan sedikitnya 27 pekerja yang sedang berada di pabrik pada saat musibah terjadi.

Dalam kejadian itu, seluruh korban tewas terjebak di dalam ruangan. "Atas musibah itu, BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) melalui Tim Layanan Cepat Tanggap (LCT) yang dilakukan Kantor Cabang Binjai telah melakukan pendataan korban tewas yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS TK untuk segera mendapatkan haknya sebagai peserta," kata Direktur Pelayanan BPJS TK Krishna Syarif di Jakarta, Sabtu (22/6/2019).

Peserta BPJS TK yang menjadi korban musibah kebakaran pabrik korek api gas pastikan akan mendapatkan manfaat dari program BPJS TK. Berdasarkan hasil verifikasi Tim Layanan Cepat Tanggap (LCT) yang telah diturunkan di lapangan, menurutnya, tercatat satu orang pekerja atas nama Gusliana, pekerja yang berprofesi sebagai mandor di PT Kiat Unggul tercatat sebagai peserta di BPJS Ketenagakerjaan kantor cabang Binjai.

Krishna menjelaskan, PT Kiat Unggul terdaftar di BPJS TK sejak Juni 2015 dengan jumlah pekerja sebanyak 27 orang. Namun, belakangan setelah musibah kemarin diketahui, PT Kiat Unggul memiliki dus lokasi pabrik. Sedsng pekerja yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan adalah untuk pabrik yang beralamat di Kabupaten Deli Serdang sedangkan pekerja yang berada dilokasi kejadian (Kabupaten Langkat) belum terdaftar.

Dalam hal ini PT Kiat Unggul termasuk dalam kategori Perusahan Daftar Sebagian (PDS) Tenaga Kerja. "Dan almarhum Gusliana merupakan mandor yang sedang ditugaskan untuk mengawasi pabrik korek api gas di Kabupaten Langkat saat musibah terjadim" tutur Krishna. Sebagaimana diketahui, sebagai peserta BPJS TK, pekerja diberikan perlindungan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP).

“Gusliana, mandor yang bekerja dilokasi pabrik pada saat musibah terjadi, telah didaftarkan oleh PT Kiat Unggul sejak Oktober 2018 dengan upah Rp.2.938.525. Atas hal itu BPJS TK telah melakukan layanan pendataan dan kunjungan kerumah duka untuk memastikan ahli waris segera mendapatkan haknya," kata Krishna seraya menyatakan duka yang mendalam atas musibah yang terjadi dan kepada keluarga agar selalu tabah menghadapi cobaan ini.

Mengenai besaran santunan yang diberikan sebesar Rp.150,4 juta yang terdiri atas manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja meninggal dunia, jaminan hari tua dan jaminan pensiun yang akan dibayarkan secara lumpsum kepada ahli waris Gusliana. (Ful)

Kredit

Bagikan