Pegawai Kemenkeu Suarakan Kebencian, Ini Ancaman Sri Mulyani

user
danar 17 Juni 2019, 17:55 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan dirinya tidak akan memaafkan jajaran pejabat atau eselon di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang menjalankan pola kepemimpinan yang eksklusif, yaitu dengan mementingkan dirinya sendiri dan atau hanya mementingkan kelompoknya.

Sri Mulyani tidak akan memaafkan jika ada jajaran eselon di lingkungan Kemenkeu yang menyuarakan kebencian terhadap mereka yang berbeda. "Itu tidak bisa dimaafkan dan seharusnya tidak ada di Kementerian Keuangan," kata dia, seperti dikutip dari laman Facebook yang diunggah oleh Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Nufransa Wirasakti, Senin (17/6/2019).

"Kalau di institusi ini ada pimpinan di di level mana pun, atau bahkan bukan pimpinan, tapi staf jajaran yang merasa atau memiliki kepercayaan bahwa Anda ingin menjadi eksklusif maka Anda salah tempat, karena Anda tidak hanya menjadi benalu, tetapi racun bagi institusi dan bagi negara," kata dia.

Menurut Sri Mulyani, salah satu tugas dari Kementerian Keuangan adalah menjahit dan menjaga persatuan. Oleh karena itu, langkah-langkah esklusivitas tersebut tidak ada ditoleransi.

Untuk diketahui, Sri Mulyani melantik 499 pejabat eselon II dan III di lingkungan Kementerian Keuangan dalam acara yang berlangsung di Gedung Dhanapala, Jakarta, Jumat lalu. Pejabat yang dilantik tersebut antara lain terdiri atas 22 orang pejabat Eselon II dan sebanyak 477 orang pejabat Eselon III.

Dari 22 orang pejabat Eselon II yang dilantik, terdapat lima pejabat yang berasal dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP) serta dua pejabat dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).

Selain itu, sebanyak 14 pejabat dari Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), dan satu pejabat dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR).

Pelantikan bersama dari beberapa unit eselon ini merupakan simbol bahwa seluruh unit di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) adalah bagian tidak terpisahkan yang memiliki peran penting dalam mengelola keuangan negara.(*)

Kredit

Bagikan