Korsel Isyaratkan Damai dengan Jepang

user
ivan 16 Agustus 2019, 03:17 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengisyaratkan perdamaian dengan Jepang, usai masing-masing saling mencoret nama dari daftar mitra dagang favorit kedua negara.

Korsel dan Jepang terlibat perang dagang karena perselisihan berkepanjangan tentang kerja paksa pada paruh pertama abad ke-20. Kondisi ini berbeda dengan perang dagang AS-China yang diawali dengan keluhan defisit perdagangan Presiden AS Donald Trump.

Akibat perselisihan kerja paksa, Jepang menghapus Korsel dari daftar mitra dagang favoritnya. Imbasnya, ekspor ke Korsel akan melalui proses panjang. Tidak hanya itu, Jepang juga membatasi produk-produk yang diekspor ke negara tetangganya itu.

Merespons hal itu, Korsel mulai melancarkan aksi balas dendam dengan menciptakan kelompok baru untuk status perdagangan negaranya dengan Jepang. Kelompok itu mendefinisikan Jepang sebagai negara yang sulit diajak bekerja sama karena kerap melanggar aturan dasar.

Korsel sendiri mengelompokkan daftar mitra dagangnya menjadi dua kategori. Yakni, kelompok dari anggota empat perjanjian kontrol ekspor top dunia dan tidak. Namun, keputusan Korsel kemarin menjadikan Jepang satu-satunya negara dalam kelompok tersebut.

Namun, Moon Jae-in menurunkan tensi dengan mengajak Jepang berdamai. Ia juga mengatakan Korsel bersedia bekerja sama untuk mengamankan perdagangan dan kerja sama yang adil. "Jika Jepang memilih jalur dialog dan kerja sama, kami dengan senang hari akan bergandengan tangan," ujar Moon. (*)

Kredit

Bagikan