Obat Antihipertensi dan Diabetes Terbesar Serap Anggaran BPJS

user
agus 25 September 2019, 15:31 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Obat antihipertensi dan diabetes melitus (DM) paling banyak menyerap biaya obat di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Dr Nurifansyah, Asisten Deputi Bidang Pembiayaan Manfaat Kesehatan Primer BPJS Kesehatan dalam Diskusi Optimalisasi Peran Apoteker untuk Menjamin Pengobatan Rasional dan Cost-Effective di Jakarta, Selasa (24/9) menyatakan, saat ini peserta BPJS Kesehatan yang telah terdaftar mencapai 230 juta otang. "Obat termasuk proporsi yang cukup besar dalam pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sekitar 30-40% peserta yang membutuhkan pelayanan kesehatan, pulang membawa obat," ujarnya.

Tahun 2000-an, lanjut Nurifansyah, terjadi tren dimana pengidap penyakit kronis meningkat. Hal itu membuat kebutuhan akan obat pun meningkat, terutama obat-obatan untuk penyakit kronis.

"Dari 230 juta peserta JKN, 11 juta merupakan penderita hipertensi dan 9 juta penderita diabetes melitus (DM). Dua penyakit ini merupakan nenek moyang utama penyakit katastropik di Indonesia, yang membutuhkan biaya pengobatan mahal bila sudah terjadi komplikasi, seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Penyakit katastropik menyerap 30 persen pembiayaan BPJS Kesehatan," ungkapnya.

Nurifansyah mengatakan, selain karena memang penderitanya banyak, pengobatannya berlangsung seumur hidup. "Obat yang dikover BPJS Kesehatan ada di Formularium Nasional. Sekitar 60 persen obat generik dan 40 persen obat paten," tutur Nurifansyah.

Diskusi ini memaparkan segala permasalahan dan solusi dari tiga sudut pandang, yakni Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), BPJS Kesehatan, dan industri (PT Hexpharm Jaya) sebagai penyedia obat generik.

Presidan Direktur PT Hexpharm Jaya Mulia Lie mengatakan, Hexpharm Jaya sebagai anak perusahaan PT Kalbe Farma berkomitmen untuk memproduksi obat generik dengan harga yang lebih rendah, untuk mendukung program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional).

Karena itu, PT Hexpharm Jaya memproduksi obat generik berkualitas, yang memenuhi persyaratan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), dan telah mendapat ISO 90001 (2015).

"Formulasi obat-obat generik yang diproduksi setara dengan obat paten, dan telah melewati uji BA/BE. Kami fokus memproduksi obat-obat generik untuk penyakti degeneratif seperti hipertensi, hiperkolesterolemia, hingga diabetes melitus," ucapnya. (Ati)

Kredit

Bagikan