Blokir Internet di 21 Wilayah Papua Dibuka

user
agus 07 September 2019, 14:30 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah membuka blokir atas layanan data internet di 21 kabupaten di Provinsi Papua pasca-kerusuhan melanda wilayah tersebut. Pembukaan blokir terbaru dilakukan pemerintah pada Jumat 6 September 2019 pukul 22.30 WIT.

Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Kemenkominfo, Ferdinandus Setu mengatakan, pembukaan blokir internet di Kabupaten Nabire dan Dogiyai Provinsi Papua telah dilakukan pukul 22.30 WIT. Sebelumnya, pada 4 September 2019, pemerintah juga telah membuka blokir internet di 19 wilayah di Provinsi Papua.

“Dengan tambahan dua kabupaten tersebut, maka sudah 21 kabupaten di wilayah Provinsi Papua yang telah dibuka blokir atas layanan data internet,” kata Ferdinandus dalam keterangan tertulisnya kepada Okezone, Jumat 6 September 2019 malam.

Sementara itu, 19 kabupaten di Provinsi Papua yang telah dibuka internetnya lebih dahulu, antara lain kabupaten Keerom, Puncak Jaya, Puncak, Asmat, Boven Digoel, Mamberamo Raya, Mamberamo Tengah, Intan Jaya, Yalimo, Lanny Jaya, Mappi, Tolikara, Nduga, Supiori, Waropen, Merauke, Biak, Yapen, dan Kabupaten Sarmi.

Ferdinandus menuturkan, pertimbangan pemerintah membuka blokir layanan internet di wilayah tersebut karena dinilai sudah kondusif. Sedangkan untuk delapan kabupaten lainnya di Provinsi Papua masih terus dipantau situasinya dalam satu atau dua hari ke depan.

Delapan daerah tersebut yakni Kabupaten Mimika, Paniai, Deiyai, Jayawijaya, Pegunungan Bintang, Numfor, Kota Jayapura, dan Yahukimo.

“Sementara untuk wilayah Papua Barat, tiga kabupaten/kota yakni Kota Manokwari, Kota Sorong dan Kabupaten Sorong yang belum dibuka blokir layanan data internet, masih akan terus dipantau dalam satu atau dua hari ke depan,” ungkapnya.

Sekadar informasi, unjuk rasa yang berakhir kerusuhan di sejumlah daerah di Papua dan Papua Barat mulanya dipicu oleh kasus dugaan rasisme di Surabaya. Pada perkembangannya, polisi dan pemerintah mensinyalir ada penumpang gelap di balik kerusuhan yang terjadi.

Penumpang gelap yang dimaksud ialah mereka yang menyisipkan tuntutan referendum kemerdekaan Papua dan Papua Barat di tengah aksi protes menuntut hukuman untuk pelaku rasis. Bendera Bintang Kejora juga tampak sudah berkibar di seberang Istana Merdeka Jakarta pada saat unjuk rasa beberapa waktu lalu.

Kredit

Bagikan