Edan! Direktur dan Kacab Bobol Bank Tempat Kerja Mereka

user
danar 28 Januari 2019, 22:51 WIB
untitled

CILACAP, KRJOGJA.com - Jk Kepala cabang dan Hs direktur suatu bank perkreditan swasta yang memiliki cabang di Cilacap, diringkus tim reskrim Polres Cilacap karena diduga melakukan tindak pidana pemalsuan dokumen dan pencucian uang dalam membobol bank tempat kerjanya. Sejumlah barang bukti terdiri 176 berkas kredit, 149 slip pencairan kredit dan 20 bendel sertifikat tanah dan BPKB diamankan untuk proses lanjut.

"Jadi kedua tersangka pembobol bank tempat kerjanya, dengan cara membuat kredit fiktif dan sertifikat tanah dan BPKB milik nasabah yang macet kreditnya untuk dijadikan agunan, dengan tujuan agar mereka bisa mendapat uang dari kredit fiktif tersebut," ujar Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto didampingi Kasat Reskrim AKP Onko Grandiarso Sukahar, Senin (28/01/2019). Adapun nilai kerugian akibat tindak pidana pencucian uang itu mencapai Rp 29 milyar.

Dijelaskan, terungkapnya kasus tersebut berawal dari adanya laporan bank prekreditan swasta itu tentang ditemukannya kredit fiktif. Sehingga anggota reskrim Polres Cilacap segra melakukan penyelidikan. Dari hasil penyeledikan terungkap tersangka pelakunya mengarah pada kepala cabang Cilacap dan direkturnya. Awalnya kedua tersangka itu mengelak akan perbuatannya, namun setelah ditunjukan bukti-bukti itu, mereka akhirnya mengakui merekalah yang membuat kredit fiktif. "Uang dari membobol bank tempat kerjanya itu digunakan untuk kepentingan sendiri," lanjut kapolres.

Menurutnya, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan dan Undang-Undang No 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun keatas.

"Terkait kasus tersebut kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati jika mengajukan pinjaman maupun menabung pada suatu bank prekreditan. Paling tidak harus dicek dulu kredibiltas bank tersebut," kata Kapolres.(Otu)

Kredit

Bagikan