Motor Digadaikan untuk Bayar Hutang Mengaku Dirampok

user
danar 23 Januari 2019, 15:30 WIB
untitled

BANTUL, KRJOGJA.com - Polsek Banguntapan Polres Bantul Polda  DIY berhasil  membongkar  penipuan bermodus mengaku jadi korban pencurian dengan kekerasan (Curas).  Bahkan  ketika melapor ke Polsek Banguntapan tersangka Gb (26) warga Gambiran UH 5 Pandeyan Umbulharjo Yogyakarta sempat menunjukkan  tangannya yang disayat-sayat  pisau cutter.  Namun petugas tidak begitu saja percaya pengakuan Gb, karena ada indikasi kasus curas itu penuh kejanggalan. Kini  Gb sudah ditetapkan sebagai tersangka dijerat dengan pasal 220 KUHP tentang laporan palsu.

Kapolsek Banguntapan Bantul, Kompol Suhadi SH MH, didampingi Kanit Reskrim Polsek Banguntapan Iptu Riyan Permana Putra  SIK  MH Rabu (23/1/2019) mengatakan, kasus tersebut  bermula Minggu (20/1/2019) sekitar pukul 01.30. Pagi  Gb mendatangi Polsek Banguntapan Bantul untuk maksud melaporkan kasus Curas yang baru saja dialami.  Dalam laporannya tersangka mengaku  dianiaya empat orang di Jalan Banjardadap Potorono Banguntapan Bantul. Kepada petugas,  lelaki itu diserang dengan pisau cutter  hingga menyebabkan luka ditangan kiri dan kanan.

“Merujuk keterangan tersangka waktu lapor di polsek, menjadi korban penganiayaan oleh empat orang bersenjata cutter. Kemudian motor Honda Vario AB 2534 OA dirampas pelaku,” ujar Suhadi.

Untuk memuluskan aksinya,  tersangka malam itu juga langsung periksa di RS Rajawali Citra (RC). Setelah   mendapat laporan adanya kasus Curas Resmob Polsek Banguntapan Bantul dipimpin Kompol Suhadi  bergegas di lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan dilapangan. Dalam penyelidikan tersebut petugas mengendus adanya kejanggalan terkait dengan kasus Curas itu.

Oleh karena  itu petugas langsung memintai keterangan Gb terkait  kronoligis sebelum aksi perampasan itu. Termasuk memintai keterangan seseorang di Banguntapan yang katanya sempat didatangi tersangka. Namun setelah ditelusuri rupanya Gb tidak pernah main di rumah karibnya itu. Polisi makin yakin jika laporan kasus Curas itu hanya untuk mengelabuhi  petugas.

Setelah diperiksa petugas, Gb akhrinya tidak bisa mengelak ketika disandingkan dengan fakta yang ditemukan  dilapangan. “Tersangka mengakui jika laporan tentang kasus curas itu untuk menghilangkan jejak menggadaikan motor Honda Varionya,” ujar Suhadi.  Padahal motor tersebut  sebenarnya oleh Gb digadaikan kepada seseorang berinisial Sh  di Imogiri. Sementara terkait dengan luka ditangan akibat disayat-sayat sendiri dengan pisau cutter.

“Tersangka membuat laporan sudah  jadi korban curas untuk menipu  keluarganya, uang hasil menggadaikan motor untuk melunasi hutang,” jelasnya.

Setelah menggadaikan motornya  di Imogiri Gb naik ojek online sampai di angkringan daerah Banjardadap Potorono Banguntapan Bantul. Diangkringan itulah Gb melukai tangannya sendiri dengan cutter. Setelah itu Gb datang ke Rumah Sakit RC untuk melakukan pemeriksaan sebelum melapor ke Polsek Banguntapan Bantul. “Kaosnya juga disobek bagian depan dengan dalih ditarik pelaku,” jelasnya.

Dari tangan  tersangka  petugas menyita barang bukti yakni pisau cutter, satu unit sepeda motor Vario, 

uang tunai hasil gadai Rp. 2,8 juta, kaos warna biru bertuliskan Hurley milik pelapor yg robek bagian depannya yang katanya karena ditarik pelaku.(Roy)

Kredit

Bagikan