Sepi Peminat, Program Studi Keagamaan Harus Inovasi

user
tomi 23 Januari 2019, 15:11 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menyebutkan, minat mahasiswa yang belajar pada program studi (Prodi)  Keagamaan sepi peminat sehingga minta  Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk mengembangkan inovasi.

"Sejak awal PTKIN hanya dibangun dengan ilmu-ilmu pokok keagamaan (ushuluddin) saja. Ini tantangan yang harus segera diatasi oleh PTKIN. Saat ini, kita membutuhkan expertise atau ilmuwan yang ahli dalam bidang ilmu hadith, perbandingan madzhab dan filsafat agama,” ujar Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta, Rabu (23/01/2019) usai peluncuran  Seleksi Prestasi Akademik Nasional Ujian Masuk (SPAN-UM), Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Lukman mengatakan, pada peluncuran ini nantinya bisa mendapatkan calon-calon mahasiswa di jenjang lebih tinggi yang baik. Dan, pihaknya berharap calon mahasiswa itu bisa memberikan kontribusi dalam kehidupan agama. "Kita melakukan peluncuran ini merupakan bagian strategis atau tahap awal untuk bisa menjadikan calon-calon mahasiswa yang terbaik," ujarnya.

Agenda SPAN-UM PTKIN ini sudah diselenggarakan sejak lama sehingga sangat bersyukur bisa menjaga kegiatan tahunan ini.Bahkan, diharapkan bisa menciptakan mahasiswa dengan lulusan terbaik.

"Untuk kegiatan ini nantinya kita akan lebih komprehensif, mendapatkan kualitas dan lebih baik. Saya apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung peluncuran agenda tahunan ini," tuturnya.

Menag menambahkan kepanitiaan dari SPAN-UM PTKIN 2019 ini, bisa membentuk tim kajian untuk bisa mendalami beberapa hal. Seperti prodi-prodi yang kurang minat bagi calon mahasiswa maupun prodi yang sangat diminati.

"Kita ingin dalami hal itu, untuk dikaji dan telaah data-datanya, angkanya meningkat dan dalam sisi prosentase. Maka harus dikaji untuk ada perbandingan dan harus diimbangi berapa rasio jumlah-jumlah yang terdahulu," katanya. (Ati)

Kredit

Bagikan