Terbangkan Balon Udara Sembarangan Bisa Dipidana

user
danar 06 Juni 2019, 21:51 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta masyarakat yang mempunyai tradisi perayaan Idul Fitri 2019 dengan menerbangkan balon udara berukuran besar dilakukan secara bijak. Hal tersebut untuk menghindari gangguan pada angkutan udara saat melakukan penerbangan.

"Balon udara kalau terbang ke atas itu mengganggu jalur penerbangan. Oleh karenanya sejak kemarin sudah ada catatan dari pilot," ujar Menhub Budi kepada media, Kamis (6/6/2019).

Budi melanjutkan, untuk memfasilitasi penerbangan balon udara Airnav bersama pihak terkait akan berkoordinasi memfasilitasi masyarakat. Pekan depan, penerbangan balon udara bisa dilakukan di Pekalongan.

"Nanti pada minggu depan kalau mau menerbangkan balon udara kerja sama dalam satu festival di Pekalongan yang dilakukan oleh Airnav jadi orang-orang yang melakukan kegiatan liar saya minta Kapolda dilakukan penertiban tidak boleh terbang. Kalau mau di Pekalongan," jelasnya.

Mantan Direktur Utama Angkasa Pura II tersebut melanjutkan, pemerintah akan memberikan sanksi jika ditemukan penerbangan balon udara secara liar. Masyarakat yang terbukti melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi pidana.

"Kami berkoordinasi dengan Airnav, dengan Pak Kapolda dan Gubernur pada dasarnya penggunaan balon udara dilarang. Bahkan pemerintah bisa menuntut secara pidana loh. Oleh kerenanya sebelum itu dilakukan hentikan kegiatan itu," tandasnya.(*)

Kredit

Bagikan