Nelayan Donggala Sangat Butuh Perahu

user
danar 09 Januari 2019, 20:30 WIB
untitled

SETELAH membantu 10 unit perahu kepada nelayan Desa Tompe Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala,  Tim Dempet 'KR' meneruskan perjalanan  ke Desa Walandano Kecamatan Balaesang Tanjung kabupaten yang sama. Tujuannya Juga memberi bantuan 10 unit Perahu lengkap dengan mesinnya.

Bahkan selanjutnya menginap di lokasi susah sinyal ini Karena kalau kembalii ke Palu yang berjarak sekitar 110 km bisa jadi jalan tergenang air rob sehingga bahaya untuk dilewati. Hampir serial sore air laut pasang dan menggenangi ruas jalan di pinggir laut.

Mata pencaharian utama warga Desa Walandano memang menjadi nelayan dan banyak yang kehilangan perahu akibat bencana 28 September tahun lalu.  "Kalau perahu tidak hilang ya rusak, " kata H Hamka, Rabu (8/1).

Sekretaris Desa Walandano,  Noldi Bawoel,  menilai bantuan yang diberikan sangat tepat, karena sesuai dengan kebutuhan para nelayan. "Karena itu saya mewakili para nelayan mengucapkan banyak terimakasih kepada para dermawan pembaca 'KR'.  Bantuan ini sangat berarti karena menjadi alat untuk mencari rezeki. Semoga Allah memberi pahala berlipat kepada para dermawan di Yogya dan sekitarnya, "  katanya.

Bantuan yang diserahkan berupa 10 unit perahu lengkap dengan mesinnya (ketinting) berkekuatan 6 PK masing-masing seharga Rp 10 juta.  Perahu kayu dengan panjang sekitar 6 meter dengan mesin ketinting berkekuatan 6 PK memang lazim digunakan para nelayan, di sana.

"Para nelayan di sini tidak menggunakan petahu fiber,  tetapi perahu kayu. Sebab di sini bahannya banyak,  karena dekat perbukitan dengan kayu besar-besar.  Selain itu perahu dibuat oleh warga sendiri. 

  

"Perahu sepanjang enam meter ini dibuat dengan batang yang utuh. Setelah dibelah dilubangi tengahnya.  Kemudian untuk meninggikan disambung dengan papan di atasnya. Perahu sebesar ini bisa dinaiki sampai lima orang, " kata Hamka sambil menambahkan dirinya siap mengawasi pembuatan perahu bantuan pembaca 'KR,  sehingga kualitasnya baik dan bisa bertahan lama. .

Muhidin. tokoh masyarakat setempat menambahkan, akibat gempa mayoritas rumah warga yang dihuni 108 KK mengalami kerusakan dan mayoritas rusak berat. Hingga saat ini masih  banyak yang tinggal di tenda. Sedang sebagian lain sudah membuat rumah darurat di lokasi semula dengan memanfaatkan bekas reruntuhan.  (Fie)

Kredit

Bagikan