Momentum Bagi Negara Islam Kembangkan Vaksin

user
tomi 14 Mei 2018, 16:23 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Indonesia menjdi 'Center of Excelent' sehingga bisa menjadiMomentum baru bagi negara-negara Islam dalam Pengembangan vaksin dan produk bioteknologi.

"Ini untuk menindaklanjuti resolusi pertemuan Islamic Conference of Health Ministers (ICHM) ke-6 di Jeddah pada 6-7 Desember 2017 lalu, yang telah menunjuk Indonesia sebagai Centre of Excellence (CoE)_ produksi vaksin dan produk bioteknologi," ungkap Menteri Kesehatan Nila Farid Moeloek di Jakarta, Senin (14/05/2018) saat pembukaan The Organization of Islamic Cooperation (OIC) Centre of Excellence (CoE) on Vaccines and Biotechnology Products dengan menyelenggarakan workshop sekaligus kegiatan peluncuran di Jakarta.

Menkes menelaskan keberadaan The OIC CoE dimaksudkan untuk mendukung penelitian dan pengembangan vaksin dan sediaan biologis yang lebih efisien dalam mengantisipasi wabah penyakit yang tidak dapat diprediksi.

Dalam pelaksanaannya, CoE akan menjadi sentra aktifitas pengembangan vaksin dan produk bioteknologi, serta  menjadi forum kolaborasi para peneliti dalam melakukan inovasi dan berbagi pengetahuan terkait proses produksi di bidang vaksin dan produk bioteknologi.

"CoE diharapkan dapat menghasilkan penelitian dan pengembangan yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh anggota di masa mendatang", imbuh Menkes.

"Dengan peluncuran hari ini, maka akan terjadi percepatan dari seluruh rangkaian altivitas sebagaimana yang direncanakan. Semoga center of excelent ini dapat mencapai tujuannya untuk mewujudkan kemandirian vaksin dan produk bioteknologi di negara-negara anggota OIC dan bisa berkontribusi terhadap kesehatan dunia", tandas Menkes.

Menkes menambahkan yang melatarbelakangi terbentuknya CoE adalah kondisi masyarakat global yang terus menghadapi ancaman penyakit, baik berupa penyakit infeksi baru ataupun infeksi lama berulang yang akan menyebabkan risiko pandemi global.

Namun sayangnya, laju pengembangan penelitian dan teknologi kesehatan lebih lambat dan tidak dapat mengikuti cepatnya perkembangan penyakit yang ada. (Ati)

Kredit

Bagikan