Hamil Diluar Nikah, Dua Wanita Ini Tega Buang Bayi

user
danar 04 Mei 2018, 19:30 WIB
untitled

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com - Hamil dengan pasangan tidak resmi dan buruknya perekonomian yang harus dijalani, memaksa dua perempuan Wat dan Hid (25) warga Temanggung tega membuang bayi yang baru dilahirkan dalam kondisi hidup. Bayi itu pun akhirnya ditemukan meninggal karena tidak kuat dengan ganasnya alam, anak tersangka Hid bahkan sudah dalam keadaan rusak karena hanyut di sungai.

Kasubag Humas Polres Temanggung AKP Heny Widiyanti mengatakan perempuan dan anak-anak selalu menjadi korban dalam kasus perselingkuhan dan hamil di luar nikah. "Umumnya pasangan pria tidak mau bertanggungjawab atas perbuatannya, lantas membebankan pada perempuan. Kasus yang dialami Wat dan Hid semacam itu," kata Heny, Jumat (4/5/2018).

Dikatakan, Wat dan Hid yang kini meringkuk di sel tahanan polres Temanggung berani dan tega membuang anaknya sesaat setelah melahirkan dari kehamilan yang tidak diinginkan itu.  Wat membuang bayi di belakang rumahnya di Dusun Prampelan II Rt 02 Rw 08 Desa Kemloko Kecamatan Tembarak Temanggung sedangkan Wid membuang bayi di jembatan sungai Dung Malang, Dusun Pencar, Desa Tempuran, Kecamatan Kaloran Temanggung.

Dikemukakan keduanya telah mengakui berbuat kekerasan hingga mengakibatkan anaknya meninggal. Mereka dijerat dengan pasal 80 ayat 3 dan 4 jo pasal 76 c Undang-undang nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak subsidair pasal 324 lebih subsidair pasal 341 KUHPidana. Ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 3 miliar.

Tersangka Hid mengatakan lelaki yang menghamilinya adalah teman kerja di Jakarta. Pria itu seorang sopir pribadi dan dirinya pengasuh anak dari majikan yang sama. Hubungan percintaan telah sekitar lima tahun, hingga kemudian hamil. "Suami itu telah beristri sedang saya janda beranak satu. Ia tidak mau bertanggungjawab lalu saya pulang ke kampung Januari lalu," katanya.

Orang tua, katanya tidak tahu kehamilannya. Bayi lahir Rabu (11/4) sekitar pukul 21.00 WIB di kamarnya tanpa bantuan seorang pun. Setelah semalam dalam pelukannya, paginya dibuang di sungai. " Saya malu hamil diluar nikah, saya juga bingung karena perekonomian sedang sulit. Saya lalu putuskan membuangnya," katanya terisak.

Tersangka Wat (23) mengatakan suaminya kerja di Jakarta dan pulang satu bulan sekali, sehingga cukup leluasa berselingkuh dengan tetangganya. Bayi itu lahir Kamis (26/4/2018) pukul 19.00 dan langsung dibungkam dengan kain jarit dengan maksud agar tidak terdengar suara tangisnya, paginya dibuang di belakang rumah dan selang satu hari atau Sabtu (28/4/2018) ditemukan warga.

"Saya bingung siapa bapaknya, lalu saya buang, apalagi keadaan perekonomian sedang sulit," kata perempuan yang telah beranak dua itu.(Osy)

Kredit

Bagikan