Festival Pesona Palu Nomoni Digeber 24-26 September 2016

user
tomi 22 Juni 2016, 14:20 WIB
untitled

JAKARTA (KRjogja.com) - Gong peluncuran Festival Pesona Palu Nomoni 2016 ditabuh di Balairung Soesilo Soedirman, Gedung Sapta Pesona belum lama ini. Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama dengan Walikota Palu Hidayat, Wawalikota Pasha Ungu, serta Wagub Sulteng Sudarto meluncurkan perhelatan yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 24 hingga 26 September 2016.

 

"Jelas tujuan dari acara ini untuk mempromosikan Kota Palu sebagai destinasi unggulan di Sulawesi Tengah. Sekaligus sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan yang tahun ini menargetkan 500 ribu wisatawan nusantara (wisnus) dan 25 ribu wisatawan mancanegara (wisman) di Palu," ujar Walikota Palu Hidayat.

Hidayat menjelaskan kegiatan ini sudah bertahun-tahun diselenggarakan di Palu. Hanya saja nama yang membuat festival tahun ini sedikit berbeda. "Tahun lalu namanya masih Festival Teluk Palu. Lalu kenapa sekarang ada Nomoni, itu artinya adalah berbunyi. Jadi kalau diartikan, gemakan sedikit Palu maka ini akan berbunyi," katanya.

Menpar Arief Yahya memberi apresiasi pada penyelenggaraan even tahunan tersebut sebagai ajang melestarikan potensi wisata dengan keanekaragaman budaya dan kultur adat istiadat yang ada di Palu. "Penyelenggaraan festival ini sebagai sarana untuk melestarikan dan mengembangkan budaya masyarakat serta meningkatkan kunjungan wisatawan serta menggerakan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar," katanya dalam sambutan resminya.

Festival ini akan menampilkan atraksi menarik antara lain seni budaya. Dijelaskan oleh Hidayat, kegiatan pertama sepanjang 7,2 km terdapat 520 titik pasang obor. Kemudian ada suling dengan gendang yang akan berbunyi dan obor akan menyala serentak saat pembukaan festival.

"Kegiatan kedua akan mengangkat ritual adat. Juga akan ada panggung budaya di sepanjang 7,2 km itu. Yang membuat unik lainnya adalah kendaraan yang akan mengangkut wisatawan selama festival adalah dokar," kata dia. Festival yang telah diselenggarakan sejak tahun 2008 ini diharapkan dapat mencapai kunjungan wisatawan di tahun 2016 ini.

Menpar sangat yakin event marathon berskala internasional ini akan menjadi cara jitu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara di Sulawesi Tengah. Bahkan Menpar sudah punya hitungan sendiri terkait perputaran uang yang akan dihasilkan dalam tiga hari pelaksanaan event ini.

"Selama tiga hari festival akan terjadi perputaran uang sebesar Rp 248,4 miliar dari para wisatawan. Sebanyak 300 ribu wisnus yang datang akan mengeluarkan sekitar Rp 240 miliar. Sedangkan wisman sebanyak Rp.8,4 miliar," kataya. (*)

Kredit

Bagikan