Warga Jepang Tuntut Pangkalan Militer Amerika Dipindah

user
ivan 20 Juni 2016, 18:12 WIB
untitled

OKINAWA (KRjogja.com) - Hubungan Amerika dan Jepang menegang setelah ribuan warga Okinawa berdemonstrasi di kota Naha, Okinawa mendesak militer Amerika memindahkan pangkalan militernya dari kota tersebut. Para demonstran marah lantaran dalam empat tahun terakhir terjadi sejumlah tindak kriminal yang dilakukan warga Amerika.

Persitiwa yang terbaru adalah kasus pembunuhan dan pemerkosaan yang dilakukan warga Amerika Kenneth Shinzato (32) terhadap wanita lokal Rina Shimabukuro (20). Shinzato sebelumnya merupakan personil Angkatan Laut AS tetapi sejak dua tahun lalu setelah menikah dengan wanita Jepang dia mundur dari militer dan bekerja sebagai staf teknologi informasi di pangkalan militer AS di Okinawa.

Motif pembunuhan yang dilakukan pria beristri dan beranak satu itu sampai saat ini tak diketahui. Namun sejumlah media lokal menyebut, Rina menjadi korban acak pelampiasan seksual Shinzato yang istrinya baru melahirkan seorang bayi laki-laki itu.

Saat ini, militer AS juga tengah menghadapi sanksi dari warga lokal. Para personil militer AS dilarang mengunjungi bar dan klub malam di luar pangkalan militer mereka. Gubernur Okinawa mengatakan, peraturan ini berlaku sampai tanggal 25 Juni mendatang.

Sebelumnya, tenrata Amerika bebas untuk pergi minum dan mencari hiburan malam di luar pangkalan militer. Namun sejak kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap Rina yang dilakukan Shinzato, warga Jepang pun meradang. (*)

Kredit

Bagikan