Wisata Bahari RI Makin Bergairah

user
tomi 19 Juni 2016, 19:12 WIB
untitled

TAIWAN (KRjogja.com)- Beberapa industri yang bergerak di minat khusus diving alam bawah laut Indonesia menilai kebijakan Menteri Pariwisata mendukung perkembangan pariwisata bahari Indonesia. Industri mendapatkan banyak peluang maju setelah serangkaian deregulasi diterapkan, seperti Bebas Visa Kunjungan (BVK), pencabutan CAIT untuk yacht, dan penghapusan Cabotage untuk cruise.

"Baru kali ini saya ikut pameran dibuat dengan serius. Ikut di pameran serius, dan semuanya tidak main-main. Saat kementerian dipegang Pak Arief Yahya, semua berubah dan bergerak sangat cepat serta profesional, pameran yang dilakukan Kemenpar sangat bergairah dan kami mendapatkan imbas positifnya,” ujar Donny Lopulalang, perwakilan Bastianos Dive Resort di perhelatan Diving and Resort Travel (DRT) Expo Taiwan 2016 di Taipei Flora Expo Dome.

Donny menjadi satu dari tujuh industri yang ikut mengisi booth Kemenpar di Taipei dan mengakui durasi pameran sangat tinggi, Kementerian selalu stand by dan ikut. "Saya yang industri di minat khusus saja hampir satu bulan sekali melakukan pameran, dampaknya bagus banget, tamu saya penuh dari berbagai negara dan industri saya semakin bergairah. Boothnya saja dibuat dengan cara profesional dan tidak main-main, saya happy menjadi pelaku Pariwisata," ungkapnya.

Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar, Vinsensius Jemadu membenarkan bahwa Kemenpar di bawah komando Arief Yahya memberikan banyak peluang bagi industri untuk melebarkan sayapnya lewat pameran.  "Jumlahnya ratusan pameran kalau dari seluruh deputi, namun untuk di bagian saya saja, ada 40 pameran di tahun 2016 ini. Kami akan berjuang terus menebarkan pesona Indonesia yang tiada duanya ini."

Dia menambahkan setiap pameran menggunakan anggaran yang ada, namun mendapatkan output yang maksimal bagi industri Pariwisata. Bahkan, lebih dari anggaran yang kita keluarkan, wisatawan akhirnya datang ke negara kita, itu adalah bagian perjuangannya.

Dia menambahkan dukungan semua pihak harus terus dilakukan, salah satunya adalah konektifitas dan aksesibilitas ke tempat destinasi harus dijaga bahkan ditambah. "Kita bisa merealisasikan target 20 juta wisman di 2019 dan 12 juta di 2016 namun harus menambah penerbangan untuk membawa mereka ke tanah air. Makanya saya juga senang sudah mendapatkan kabar bahwa Lion Air akan terbang ke Manado, semoga akan banyak maskapai direct flight yang datang ke tanah air,” tegasnya. (*)

Kredit

Bagikan