Pelabuhan Ampenan bakal Hidup Lagi

user
tomi 13 Juni 2016, 11:12 WIB
untitled

LOMBOK (KRjogja.com) - Jika Jakarta memiliki Kota Tua yang bakal diformat menjadi destinasi wisatawan andalan, Kota Mataram, Lombok, NTB, juga punya Kota Tua. Namanya: Ampenan! Ada puluhan bangunan tua kuno peninggalan Belanda di tepi laut, yang konon adalah bekas pelabuhan pertama di Lombok. Ini pernah menjadi pelabuhan yang sangat sibuk di tahun 1948 - 1950-an.

"Ada investor dari Pulau Bali yang bergerak pada usaha jasa kapal pesiar yang sudah menyatakan kesiapan dan kesanggupannya membangun pelabuhan wisata. Rencananya pembangunannya dilaksanakan tahun ini,” papar Walikota Mataram Ahyar Abduh.

Menurut Ahyar, investor tersebut tergoda dengan Ampenan lantaran belakangan ada banyak permintaan wisman yang menggunakan kapal pesiar untuk mengunjungi sejumlah desitnasi di Lombok. Ampenan juga dinilai sebagai titik yang pas, tak butuh waktu lama untuk menyeberang dari Bali.

Sekadar gambaran, penyeberangan dari Karang Asem ke Ampenan bisa ditempuh dalam waktu hanya satu jam. Sementara bila menyeberang dari Pelabuhan Padangbae Bali hingga Lembar, bisa memakan waktu sekitar lima jam. "Permintaan wisman dengan kapal pesiar untuk mampir ke Lombok, terutama asal Eropa, cukup tinggi. Karena itulah investor ini sangat berkeinginan untuk membangun pelabuhan di kawasan Ampenan. Kawasaan ini dianggap sangat ideal untuk menyandarkan kapal-kapal pesiar,” katanya.

Dia mengatakan, Ampenan dulunya memang merupakan pelabuhan sebelum dipindah ke Lembar Lombok Barat. Saat memasuki dan menginjakkan kaki di Kota tua Ampenan, serasa diajak kembali bercengkramana dan bernostalgia dengan suasana kehidupan masa lampau. Ada deretan puluhan bangunan tua bercorakkan arsitektur masa lampau yang siap menyapa.

Menpar Arief Yahya menyambut baik, rencana menghidupkan pelabuhan Ampenan dengan sentuhan pariwisata itu. Sekaligus mengingatkan soal amenitas pusat cafe dan restoran seperti Bukit Bintang Kuala Lumpur, Malaysia. Benchmark dari situ untuk mengambil market gaya hidup Timur Tengah, yang cafenya buka malam sampai pagi. "Ada pelabuhan, dilengkapi dengan amenitas itu, maka Lombok akan lebih hidup," ungkap Menteri Pariwisata, Arief Yahya. (*)

Kredit

Bagikan