Iran Tolak Rencana Turki Dirikan Pos Militer di Suriah

user
ivan 22 Oktober 2019, 20:45 WIB
untitled

IRAN, KRJOGJA.com - Iran menganggap rencana Turki menempatkan pangkalan militer di Suriah merupakan bentuk agresi terhadap negara lain.

Teheran mengecam segala upaya Ankara untuk menempatkan tentara secara permanen di Suriah, menyusul serangan pasukan terhadap milisi Kurdi di utara negara tersebut.

"Langkah seperti itu dilihat Iran merupakan agresi terhadap kedaulatan nasional dan teritorial sebuah negara merdeka. Langkah itu akan mendapat penentangan dari Iran dan negara lain," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi.

Iran adalah salah satu sekutu Presiden Suriah, Bashar al-Assad, yang ikut membantu berperang melawan kelompok pemberontak dan Negara Islam (ISIS). Iran menerjunkan pasukan dan persenjataan dalam perang di negara itu.

Menurut Mousavi, Turki bisa mendirikan pangkalan militer dan melakukan apa saja selama itu semua berada di dalam wilayah teritorial dan perbatasannya.

"Tetapi jika yang Anda maksud adalah mendirikan pangkalan militer Turki di Suriah, ini tidak bisa diterima," paparnya menambahkan.

Pernyataan Iran muncul setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan menuturkan negaranya berencana membentuk 12 pos pantau militer di Suriah.

Keberatan itu diutarakan setelah mempertegas bahwa Turki akan memulai kembali operasi militer terhadap pasukan Kurdi di utara Suriah setelah sempat ditunda. (*)

Kredit

Bagikan