Netanyahu Salahkan Presiden Israel

user
ivan 23 Oktober 2019, 01:17 WIB
untitled

ISRAEL, KRJOGJA.com - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengakui tak bisa membentuk pemerintahan setelah hasil pemilihan umum Israel imbang. Ia pun mempersilakan rivalnya, Benny Gantz, untuk mencoba membentuk pemerintahan baru.

"Beberapa saat lalu, saya menginformasikan presiden bahwa saya menyerahkan mandat saya untuk membentuk pemerintahan," kata Netanyahu.

Netanyahu kemudian menyalahkan Presiden Israel, Reuven Rivlin, karena memberikan waktu terlalu singkat baginya untuk membentuk pemerintahan, yaitu 28 hari.

Meski demikian, menurut Rivlin, waktu tersebut sudah sesuai dengan konstitusi. Dengan keputusan Netanyahu ini, Rivlin pun memberikan waktu 28 hari bagi Gantz untuk berupaya membentuk pemerintahan.

Koalisi tempat Gantz bernaung, Biru dan Putih, pun langsung bergerak. Mereka berharap dapat mengumpulkan dukungan yang cukup sebelum tenggat waktu berakhir.

"Waktunya sudah tiba dan sekarang waktunya beraksi. Biru dan Putih bertekad membentuk pemerintahan liberal bersatu, dipimpin Benny Gantz, yang dipilih oleh rakyat Israel bulan lalu," demikian pernyataan Biru dan Putih. (*)

Kredit

Bagikan