Produk Impor Diwajibkan Bersertifikat Halal

user
ivan 17 Oktober 2019, 08:12 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan bahwa pemerintah Indonesia akan mewajibkan sertifikasi halal bagi produk impor dari luar negeri juga. Dengan begitu, ketentuan wajib sertifikasi tidak hanya berlaku untuk produk yang diproduksi di dalam negeri saja.

"Kewajiban bersertifikat halal berlaku bagi produk yang beredar dan masuk ke Indonesia," ujar Lukman.

Lukman menjelaskan sertifikasi halal bagi produk impor nantinya bersifat resiprokal alias saling berbalas antara Indonesia dengan negara mitra dagang. Indonesia akan menggalang kerja sama khusus secara bilateral dengan negara tersebut agar sertifikasi halal bisa dilakukan.

Bila kerja sama telah disepakati, maka pemerintah kedua negara bisa saling memeriksa dan menjelaskan proses pembuatan hingga penggunaan bahan produk.

Dari situ kemudian bisa dilakukan uji pemeriksaan kehalalan. "Bila telah memenuhi ketentuan sebagaimana yang kami berlakukan, tentu kami akan memberikan semacam sertifikat halal juga, begitu sebaliknya (dari negara lain)," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengklaim bahwa saat ini pemerintah Indonesia sudah mulai melakukan pembicaraan terkait sertifikasi halal kepada sejumlah negara. Salah satunya negara paling dekat, Malaysia.

Kendati begitu, ia belum bisa menentukan kapan sekiranya sertifikasi halal perdana mulai dilakukan. Ia hanya menekankan bahwa sertifikasi tetap akan dilakukan dalam kurun waktu yang telah ditetapkan pemerintah. (*)

Kredit

Bagikan