Bupati Gunungkidul dan Walikota Yogyakarta raih Anugrah Kihajar 2019

user
tomi 18 November 2019, 05:05 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com -  Bupati Gunung Kidul Badingah dan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti , berhasil menorehkan prestasi dalam bidang pendidikan.

Hal itu ditandai dengan raihan Anugerah Kihajar 2019 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Rl. Malam penganugerahan ini berlangsung di Gedung Balai Kartini, Jl Gatot Subroto Kav 37, Jakarta Selatan.


Penghargaan diserahkan Sekjen Kemdikbud Didik Suhardi kepada Bupati Gunung Kidul yang diterimakan oleh Dinas Dikpora GK  Bahron Rayid.

Kabupaten Gunung Kidul dan Kota Yogyakarta ,memiliki komitmen dalam memajukan sektor pendidikan di daerah pemerintahnya.

Komitmen itu ditandai dengan inovasi teknologi, informasi dan komunikasi (TIK) pada pembelajaran di sekolah,dengan  menghadirkan karya dan ide-ide untuk anak-anak sekolah.


"Kepala daerah yang punya perhatian luar biasa menyiapkan putra-putrinya untuk menyongsong masa depan lebih baik," demikian  Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi dalam sambutannya.


Anugerah Kihajar ini diberikan oleh Dirjen Kemendikbud Didik Suhardi kepada 16 kepala daerah.

Di era digital adalah hal yang tidak bisa ditawar kehadirannya. Pembelajaran di sekolah harus berbasis IT.


Hal senada disampaikan Kepala  Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Kemendikbud Gogot Suharwoto. Selain memberikan apresiasi atas upaya tersebut, penyelenggaraan Anugerah Kihajar bagi Kepala Daerah dimaksudkan untuk memetakan tingkat pendayagunaan TIK untuk pendidikan dan kebudayaan di daerah, sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan mutu pendidikan dan kebudayaan," ujar

Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Kemendikbud Gogot Suharwoto .Anugerah Kihajar 2019 mengambil tema "Membangun Generasi Unggul dan Berkarakter di Era Digital" .

Pada tahun ini, terdapat 155 peserta yang mengikuti kualifikasi terdiri dari pemerintah provinsi, kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

Setelah melewati proses panjang tim juri yang terdiri dari tujuh orang dari berbagai latar belakang memilih 16 kepala daerah yang teruji berhasil menggunakan teknologi informasi dam komunikasi dalam berbagai elemen dalam bidang pendidikan.


Aspek-aspek yang dinilai untuk Anugerah Kihajar 2019 adalah kebijakan, tata kelola, implementasi baik terkait TIK, manajemen, dan komitmen untuk peningkatan sumber daya manusia, dampak pada guru, siswa dan prestasi sekolah, serta inovasi-inovasi yang dilakukan di daerah masing-masing.

"Pada akhirnya, generasi utuh yang unggul dan berkarakter dapat tercipta dengan kolaborasi dari segala pihak baik dari pemerintah pusat, daerah, industri, orang tua, media, dan stakeholder lain," ujar Gogot.(ati)

Kredit

Bagikan