Lewat WhatsApp, Peretas Mata-matai Jurnalis hingga Pejabat

user
danar 04 November 2019, 07:51 WIB
untitled

AMERIKA SERIKAT, KRJOGJA.com - Peretas memanfaatkan celah keamanan pada WhatsApp untuk memata-matai sejumlah pejabat senior pemerintah beberapa negara.

Dilaporkan bahwa si peretas menggunakan perangkat lunak milik NSO Group untuk mengambil alih smartphone pengguna lewat celah keamanan itu.

Mengutip Reuters, Minggu (3/11/2019), sumber yang mengetahui tentang investigasi internal WhatsApp terkait peretasan ini mengatakan, sejumlah korban yang diretas adalah pejabat penting pemerintah dan petinggi militer.

Tak hanya pejabat di Amerika Serikat, orang-orang penting yang jadi target tersebar di 20 negara di 5 benua. Kebanyakan dari mereka ini adalah pejabat dari negara-negara sekutu Amerika Serikat.

Rupanya, peretasan yang dimaksud memakan lebih banyak korban daripada yang diumumkan WhatsApp sebelumnya, terutama dari kalangan pejabat pemerintah berbagai negara.

Menurut informasi, para korban adalah pejabat di Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Bahrain, Meksiko, hingga Pakistan dan India.

Sebelumnya, WhatsApp telah melayangkan gugatan hukum kepada NSO Group.(*)

Kredit

Bagikan