Dalam Sehari Ratusan Penjudi Di Jateng Diringkus, 24 Diantaranya Bandar

user
agus 22 Agustus 2022, 20:15 WIB
untitled

SEMARANG, KRjogja.com - Jajaran Polda Jateng dalam sehari sejak dikeluarkan instruksi Kapolri agar digalakkan pemberantasan kasus judi telah mengungkap 112 Kasus perjudian dengan 256 tersangka. Dari jumlah itu 24 diantaranya berperan sebagai bandar.

Selain diamankan 256 tersangka, juga disita sarana alat judi,seperti alat dadu, kartu remi, buku rekap togel, mesin judi, ponsel serta ponsel untuk sarana judi on line dan uang tunai Rp 72,2 juta, sebagai barang bukti.

Hal itu terungkap pada jumpa pers terkait kasus judi disampaikan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi, Senin (22/8/2022) di Mapolda jalan Pahlawan Semarang.

Kapolda menyebutkan secara rinci bentuk perjudian yang diungkap yakni judi online 18 kasus, togel 43 kasus, dan gelanggang permainan termasuk rolet dan judi kopyok 51 kasus.Selainn itu dua kasus judi online yang diungkap dari Purbalingga dan Pemalang merupakan jaringan judi internasional.

"Dari kasus ini ada yang jaringan internasional yakni Purbalingga dan Pemalang, keduanya mempunyai server di Thailand dan Kamboja. Di Pemalang bahkan menggunakan jasa endorse selebgram sebagai sarana promosinya", jelasnya. Sementara tersangka RM, seorang wanita berkerudung dalam kerjanya atas perintah manager di Bandung mengaku tugasnya di Pemalang hanya menawarkan link judi on line dengan upah Rp 7 juta.

Sebelumnya pada periode Januari sampai Juli 2022 jajaran Polda Jateng telah berhasil mengungkap lebih banyak kasus judi, yakni 224 kasus dan mengamankan 381 tersangka.

"Jadi selama Januari sampai Juli 2022 jajaran Polda Jateng mengungkap 224 kasus judi dan mengamankan 381 tersangka.Dan, sekarang sehari kami telah ungkap 112 Kasus perjudian dengan 256 tersangka. Jumlah ini hasil penindakan di 35 Polres di wilayah Jateng",jelas Kapolda.

Pucuk pimpinan jajaran Polda Jateng mengakui jumlah tersangka berbagai kasus judi mulai dari yang tradisional, seperti dadu, sambung ayam, remi, toto gelap hingga judi on line di tiap daerah Jateng tidak sama. Namun, dibalik itu kapolda menyinggung dalam penanganan kasus judi tidak bisa digambarkan seperti lomba di tiap Polres banyak banyakan tersangka. Tetapi, yang peling penting masyarakat sadar tidak lagi berjudi.

Ahmad Luthfi mengatakan berdasarkan analisis yang dilakukan Polda Jateng, maraknya kasus perjudian akhir-akhir ini dikarenakan adanya oknum masyarakat yang mencari solusi instan dari kesulitan ekonomi yang dialaminya selama masa pandemi.

“Berlatar karena kesulitan ekonomi selama masa pandemi dan tergiur iming-iming hasil lebih sebagai bandar judi, akhirnya mencari jalan pintas dengan berjudi, untung-untungan dan berharap kaya mendadak,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Kapolda menyebutkan bahwa penindakan kasus judi tersebut merupakan bentuk pembinaan kepada masyarakat agar menjauhi segala bentuk kegiatan perjudian.

“Kita tidak bangga menindak masyarakat, tapi lebih kepada memberikan pembinaan bahwa judi adalah perbuatan yang melanggar hukum serta dilarang dalam agama. Segala bentuk perjudian pasti akan kami tindak,” tuturnya.

Guna memberantas seluruh aktivitas perjudian di masyarakat, Polda Jateng telah melakukan beberapa upaya diantaranya menggunakan cara preventif dan preemtif yang melibatkan pihak internal dan eksternal.

“Kami melibatkan internal oleh seluruh satker dan jajaran serta dari pihak eksternal baik tokoh masyarakat, agama dan sebagainya untuk memberikan berbagai himbauan kepada masyarakat agar menjauhi segala bentuk aktifitas perjudian", demikian Kapolda Irjen Pol Ahmad Luthfi. (Cry)

Kredit

Bagikan