Literasi Digital Bakal Berimbas Pada Kecakapan ASN dalam Mengikuti Perkembangan Jaman

user
danar 20 Agustus 2022, 01:10 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Literasi digital akan berimbas pada kecakapan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam mengikuti perkembangan jaman. Demikian Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo, Bonifasius Wahyu Pudjianto, dalam siaran persnya, Jumat (19/8/2022).

Peningkatan pemahaman literasi digital ASN merupakan salah satu target nasional Kemenkominfo menuju transformasi digital di Indonesia.

Literasi digital sangat diperlukan bagi masyarakat karena dengan pengetahuan dan kemampuan literasi digital yang baik, setiap orang akan lebih kritis terhadap penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.

"Diharapkan, kegiatan literasi juga mampu memberikan pencerahan dan keamanan penggunaan sistem pemerintahan yang terintegrasi untuk sistem pemerintahan dan layanan masyarakat,” jelasnya.

Kegiatan literasi digital menjadi upaya akselerasi visi Jabar Juara menuju pelayanan masyarakat yang terintegrasi secara digital. Aparatur Sipil Negara (ASN) harus dapat mengikuti perkembangan era digital demi meningkatkan kualitas pelayanan.

“Kalau kita tidak mengikuti perkembangan digital, kita khawatir kita akan ditinggalkan oleh masyarakat,” kata Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum.

Menurut Uu, dengan pengetahuan dan kemampuan literasi digital yang baik, setiap orang akan lebih kritis terhadap penggunaan TIK dalam kehidupan sehari-hari. Bagi ASN sendiri, teknologi informasi juga berguna untuk meningkatkan pelayanan publik.

“Dengan lahirnya dunia teknologi informasi digital ini, harus bisa memanfaatkan semaksimal mungkin untuk masyarakat. Jangan sebaliknya, jadi bahaya untuk umat, seperti halnya berita hoaks dan lain-lain,” tegasnya.

Seperti diketahui, hasil Survei Indeks Literasi Digital Nasional Indonesia tahun 2021 menyatakan Indonesia ada di kategori 'sedang' dengan angka 3.49 dari 5,00. Berdasarkan data tersebut, literasi digital sangat diperlukan bagi masyarakat.

Sementara itu, anggota Supervisory Board Ikatan Audit Sistem Informasi Indonesia, Hari Singgih Noegroho mengatakan ASN harus lebih paham terhadap dunia digital dan mampu memanfaatkan potensi dunia digital dalam melayani masyarakat.

“ASN harus memahami perangkat lunak seperti operating system, website, aplikasi umum seperti WhatsApp dan aplikasi lainnya. Kemampuan literasi digital ini, minimal harus paham cara penggunaan dan pemilahan data, percakapan media sosial dan menggunakan dompet digital dan transaksi digital lainnya,” terangnya.

Uzhanul Ulum, menyebut peningkatan literasi digital di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) sangat diperlukan guna mendukung terciptanya layanan masyarakat berbasis digital.

Untuk itu, Uu pun mengapresiasi langkah Kemenkominfo dan Badang Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri yang menggelar kegiatan literasi digital kepada 24.000 ASN Provinsi Jawa Barat.

Menurutnya langkah ini selaras dengan akselerasi visi Jabar Juara dan menjadi sebuah inisiasi agar pelayanan masyarakat lebih terintegrasi secara digital.

"Kalau kita tidak mengikuti perkembangan digital, kita khawatir kita akan ditinggalkan oleh masyarakat,” ujar Uu.

Literasi digital pun nantinya juga akan berimbas pada kecakapan ASN dalan mengikuti perkembangan era digital. Ia pun berpesan, dengan lahirnya dunia teknologi informasi digital ini, seluruh pihak harus bisa memanfaatkan semaksimal mungkin untuk kebaikan bersama.

"Jangan sebaliknya, jadi bahaya untuk umat, seperti halnya berita hoaks dan lain-lain,” tegasnya.(Ati)

Kredit

Bagikan