Jengkel Tak Dapat Segera Pulang, Ratmo Tega Menghabisi Nyawa Rekan Sendiri

user
danar 10 Agustus 2022, 17:51 WIB
untitled

SEMARANG, KRJOGJA.com - Tersangka Ratmo (48) pelaku pembunuhan terhadap seorang perempuan ART bernama Janem (56) di Cilacap, Jawa Tegah, mengaku tega menyembelih korban lantaran sakit hati. Saat konferensi pers di Polda Jateng, tersangka S menceritakan perasaan hatinya kepada rekan kerjanya yang juga korban tersebut.

Warga Desa Gumelar Kidul, Tambak, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah itu menyembelih korban yang merupakan seorang ART dengan golok. Ia mengatakan, kejadian itu bermula saat mendatangi rumah majikannya di jalan Jenderal Sudirman, Cilacap Selatan.

"Saya satu juragan dengan dia (korban), saya kerja di kebun, dia kerja di rumah sebagai pembantu," katanya di kantor Polda Jateng, Rabu (10/8/2022).

Sewaktu mendatangi rumah juragannya itu, ia bertemu dengan korban yang memintanya diantarkan ke rumahnya di Limbangan, Madukoro, Banjarnegara.

"Saya tiap hari tinggal di gudang (bukan di rumah) tapi dipaksa tinggal di rumah majikan karena suruh antar ke Banjarnegara, tetapi saya tidak punya duit," jelasnya.

Akibat disuruh tinggal di rumah itu, pelaku kehujanan dan terpaksa tidur di garasi rumah tersebut. Merasa kesal dan sakit hati, tersangka lantas membunuh korban Janem dengan cara memukul dengan menggunakan punggung golok di bagian kepala bagian atas telinga hingga menyebabkan tidak sadarkan diri.

Kemudian korban disembelih dengan menggunakan golok karena merasa sakit hati.

"Saya sakit hati, baru sekali itu sakit hati ke dia (korban)," ungkapnya.

Pelaku mengaku, sudah mengenal korban sekitar 10 tahun lebih. Tak ada hubungan spesial antara dia dengan korban.

"Tidak ada," tutur pria yang tak memiliki istri itu.

Ketika disinggung kembali apakah sudah dendam lama terhadap korban, pelaku menuturkan, hanya satu kali sakit hati kepada korban.

"Ya hanya sekali itu sakit hatinya," tegasnya.

Dirreskrimum Polda Jawa Tengah, Kombes Djuhandani Rahardjo Puro mengatakan, pelaku dijerat pasal 338 KUHP.

"Yakni barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama 15 tahun," katanya. (Cry)

Kredit

Bagikan