Sido Muncul Gelar Baksos Operasi Bibir Sumbing Bagi 40 Warga Cisauk

user
danar 07 Agustus 2022, 02:10 WIB
untitled

TANGERANG, KRJOGJA.com - Sebagai bentuk kepedulian perusahaan, PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali menggelar baksos Operasi Sumbing Bibir Gratis bekerja sama dengan Smile Train Indonesia di RS Selaras, Cisauk – Tangerang, pada Sabtu (6/8/2022.) Bantuan Operasi Sumbing Bibir senilai Rp280.000.000 diserahkan secara simbolis oleh Direktur Sido Muncul Irwan Hidayat kepada Country Manager and Program Director Smile Train Indonesia Deasy Larasati disaksikan Direktur PT Bintara Arnirah, Saraswati selaku pemilik RS Selaras.

Bantuan diberikan untuk 40 pasien penderita sumbing bibir di wilayah Tangerang dan sekitarnya yang dilakukan secara bertahap setelah para pasien melakukan proses screening sehari sebelumnya.

Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat mengatakan bahwa bantuan operasi sumbing bibir gratis bukan baru pertama kali dilaksanakan oleh Sido Muncul. Sido Muncul telah melakukan operasi sumbing bibir gratis sebanyak tujuh kali sejak tahun 2018 yang diselenggarakan di beberapa wilayah di Indonesia.

“Kami pernah melakukan baksos ini di RS ST Carolus Borromeus, Kupang Nusa Tenggara Timur sebanyak dua kali, RSUD Dolok Sanggul Sumatera Utara, RS Sari Asih Serang Banten, RSUD Surodadi Tegal, dan RSI Wonosobo Jawa Tengah. Total pasien yang telah dioperasi adalah 142 pasien” ujar Irwan Hidayat.

Hari ini Sido Muncul kembali memberikan bantuan untuk 40 pasien. Bantuan difokuskan bagi penderita yang berasal dari keluarga kurang mampu. “Kami berharap operasinya berjalan dengan lancar agar pasien dapat kembali tersenyum dan dapat meningkatkan kepercayaan dirinya dalam bersosialisasi,” tambah Irwan.

Ia berjanji bahwa Sido Muncul akan terus melanjutkan komitmennya membantu pasien bibir sumbing untuk mendapatkan penanganan medis yang baik. “Kami akan bekerjasama dengan pemerintah dan pihak lain untuk mengurangi kasus bibir sumbing ini. Dengan bekerja bergandengan tangan, akan segala hal akan menjadi lebih ringan,” jelas Irwan.

Pada kesempatan yang sama, Saraswati mengatakan bahwa baksos operasi bibir sumbing bagi warga kurang mampu ini bukan yang pertama kali dilakukan. sebagai rumah sakit yang awal berdirinya berada di Kawasan minus, memang menjadi harapan semua orang dalam hal pelayanan Kesehatan. “Kami bersyukur hari ini bisa melanjutkan komitmen kami untuk menggelar operasi bibir sumbing. Setiap Sabtu kami akan mengoperasi 10 pasien,” kata Saraswati.

Sementara itu, Deasy Larasati mengatakan operasi bibir sumbing menjadi harapan bagi anak-anak dengan cacat bawaan tersebut untuk membangun masa depannya lebih baik lagi. Sebab dengan kondisi bibir sumbing, tidak hanya menyulitkan anak dalam mengonsumsi makanan, tetapi juga dapat berdampak pada bullying anak. “Mereka juga akan malu untuk sekolah dan bergaul. Kalau kita perbaiki maka itu berarti dapat membantu masa depan anak,” tegasnya.

Bibir sumbing merupakan cacat bawaan lahir yang terjadi pada bagian bibir dan langit-langit. Celah tersebut bisa terdapat di tengah, kanan, atau kiri bibir.

Selain di bibir atas, sumbing juga bisa terjadipada langit-langit mulut. Banyak faktor penyebab kasus ini, diantaranya yaitu kekurangan gizi pada tiga bulan pertama kehamilan dimana organ tubuh mulai terbentuk, kekurangan salah satu unsur mineral (Zn)yang terkandung dalam air yang diminum oleh ibu calon bayi, faktor keturunan, perkawinan keluargadekat, dan lainnya.

Fakta menunjukan bahwa di Indonesia penderita sumbing bibir dan langit-langit kebanyakan berasal dari keluarga kurang mampu. Para penderita bibir sumbing kerap menghadapi sejumlah kendala dalam menjalani kehidupan, mulai dari sulit mengonsumsi makanan, berbicara hingga pergaulan di tengah masyaraka. (Ati)

Kredit

Bagikan