Pemahaman Tentang Literasi Digital Penting Bagi ASN dan Semua Pekerja

user
danar 05 Agustus 2022, 16:10 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Pemahaman tentang literasi digital penting bagi seluruh kelompok masyarakat, tak terkecuali pekerja dan aparatur sipil negara (ASN).

Survei Indeks Literasi Digital Nasional yang dilakukan oleh Kemenkominfo dan Katadata Insight Center pada tahun 2021 menyebut kapasitas masyarakat Indonesia perihal literasi digital memiliki skor 3.49 dari 5.00, yang berada dalam kategori sedang.

Diungkapkan oleh Sukma Wahyu Wardono, Andalan Daerah urusan Komunikasi Strategis Jawa Tengah, yang memaparkan materi keamanan dan kecakapan digital, segala bentuk pekerjaan saat ini memerlukan keterampilan digital dalam penyelesaian tugasnya, tak terkecuali ASN.

Seperti menggunakan email resmi, meneliti informasi melalui internet, alat kolaborasi berbasis cloud dengan aman seperti Google Drive, DropBox, dan Microsoft Teams, rapat menggunakan video call, hingga kelola jadwal secara efisien melalui kalender online. Ada sembilan skill yang dibutuhkan ASN pada saat ini yaitu, coding, web development, UI/UX design, project management, app development, SEO, Excel, copywriting, dan social media.

“Kita harus menanamkan mindset digital. Mau nggak mau, suka nggak suka digital menjadi satu-satunya jalan supaya bisa sukses atau berhasil,” ujar Sukma, dalam acara webinar literasi digital di Semarang baru-baru ini.

Gatot Sandy, Praktisi di bidang konten digital memaparkan pekerja juga perlu paham soal etika dan budaya literasi digital. Gatot mengajak pekerja termasuk ASN untuk saring sebelum sharing informasi di media sosial.

“Kalau kita bukan menjadi solusi, siapa tahu kita adalah sumber masalahnya, maka pastikan kita bukan sumber dari masalah dan jadilah bagian dari solusi, setidaknya kita menahan terlebih dahulu informasi yang belum kita ketahui betul sumber nya dari mana dan kredibilitasnya seperti apa,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Direktur Pemberdayaan Informatika Kemenkominfo, Bonifasius Wahyu Pudjianto menyebut ada 4 pilar aspek teknis ada kecakapan digital dan keamanan digital, dan 2 non teknis.

"Etika berdigital dan budaya berdigital, karena masyarakat masih suka lupa bahwa dunia digital itu sama saja dengan dunia nyata. Ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang kuat bahwa teknologi digital tidak bisa lepas dari kita sebagai ASN,” tambahnya.(Ati)

Kredit

Bagikan