Beli Truk Pakai Transfer Palsu, Eks Napi Dikukut Polisi

user
ivan 29 Juli 2022, 14:32 WIB
untitled

SRAGEN, KRJOGJA.com - Jajaran Polsek Sumberlawang Sragen membekuk EH (38) warga Nganjuk Jawa Timur (Jatim), Jumat (29/07/2022). Mantan narapidana ini harus berurusan dengan polisi karena melakukan penipuan pembelian truk senilai Rp 80 juta.

Modusnya, pelaku membeli truk dan membayar dengan bukti transfer palsu. Korban pemilik truk, Bagus Hastaning Panggalih (32) warga Desa Ngandul, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, awalnya menawarkan truk miliknya merek Mitsubishi Ragasa nopol K 1390 PE lewat media sosial (medsos) facebook.

Pelaku yang bekerjasama dengan seorang napi di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Bojonegoro tertarik untuk membeli dan kemudian menghubungi korban. Setelah deal di harga Rp 80 juta, truk beserta surat kelengkapan kendaraan diserahkan ke pelaku. Saat itu pelaku membayar dengan cara transfer ke rekening korban.

"Jadi saat itu pelaku menunjukkan bukti transfer ke rekening korban. Setelah ditunjukkan bukti transfer, truk kemudian dibawa pelaku," ujar Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama, melalui Kapolsek Sumberlawang, Iptu Joko Warsito, saat gelar perkara Kamis (28/07/2022).

Tapi, bukti transfer yang ditunjukkan ke korban tersebut ternyata hasil rekayasa dan editan. Sehingga saat akan mengambil uangnya di bank, korban baru menyadari bahwa dirinya telah tertipu. "Yang bertugas mengedit bukti transfer tersebut adalah salah satu napi di LP Bojonegoro," jelas Joko.

Menurut Joko, setelah menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Sumberlawang melakukan pengumpulan bahan keterangan dari saksi-saksi dan melakukan pemetaan dan profiling data Facebook. Dari penyelidikan tersebut, polisi bisa mengetahui keberadaan truk Mitsubishi Ragasa milik korban yang terdeteksi berada di wilayah Kabupaten Nganjuk.

"Kami menyelidiki ke wilayah hukum Polres Nganjuk. Kami berhasil menemukan barang bukti truk tersebut pada pukul 24.00 WIB yang masih dibawa tersangka. Dari keterangan tersangka, dalang atau otak atas tindakan pidana tersebut adalah temannya yang mendekam di LP Bojonegoro," jelasnya.

Tersangka bakal dijerat dengan Pasal 378 KUHP juncto Pasal 55 dan 56 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. Pihak kepolisian terus mengembangkan kasus ini termasuk berkoordinasi dengan LP Bojonegoro untuk memproses napi yang terlibat penipuan tersebut. (Sam)

Kredit

Bagikan