Presiden Jokowi Kunjungi Tiga Negara Asia, Indonesia - China Teken Kesepakatan

user
Ary B Prass 27 Juli 2022, 18:57 WIB
untitled

CHINA, KRJOGJA.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja ke tiga negara di Asia, masing-masing China, Jepang dan Korea Selatan, pada 26-28 Juli 2022.

Dalam kunjungannya ke Beijing awal pekan ini, Presiden Indonesia Joko Widodo dan Presiden China Xi Jinping memperbarui perjanjian bilateral, antara lain tentang kerjasama dalam pembangunan infrastruktur dan maritim.

"China dan Indonesia akan melakukan kerja sama yang mendalam dan berkualitas tinggi melalui sinergi Belt and Road Initiative (BRI) dan Global Maritime Fulcrum (GMF). Kedua belah pihak juga berkomitmen untuk menyelesaikan Kereta Cepat Jakarta-Bandung sesuai jadwal sebagai proyek unggulan, tulis pernyataan pers yang dibuat kedua negara.

Kantor berita Reuters melaporkan China menyanjung Indonesia sebagai model mitra strategis, berbeda dengan kata-kata tajamnya kepada Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir atas masalah dari Taiwan dan Ukraina hingga praktik perdagangan dan Laut China Selatan.

Presiden Xi juga memberikan dukungan penuh pada kepemimpinan Indonesia di ASEAN pada 2023. Selain itu pertemuan Jokowi dan Xi Jinping juga menghasilkan delapan kesepakatan bilateral.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi, yang ikut dalam rombongan Presiden Jokowi, mengatakan Cina berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama ekonomi hijau, antara lain melalui pembangunan Green Industrial Park di Kaltara hingga proyek Belt and Road Initiative.

Retno Marsudi dalam keterangannya usai pertemuan mengatakan selain kerja sama ekonomi, kedua pemimpin juga membahas berbagai isu, antara lain isu kawasan dan dunia.

“Sebagai negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia memiliki tempat yang penting bagi RRC dan kawasan. Apalagi saat ini Indonesia memegang Presidensi G20 dan tahun depan menjadi Ketua ASEAN,” kata Retno dalam keterangan resmi, 26 Juli 2022.

Selain itu, kedua kepala negara juga membahas isu G20 dan ASEAN. Presiden Jokowi berterima kasih atas dukungan Cina terhadap Presidensi Indonesia di G20. “Mengenai ASEAN, Indonesia berkomitmen untuk menjadikan ASEAN relevan, tidak saja bagi masyarakat Indonesia namun juga untuk kawasan dan dunia,” kata Retno.

Kedua pemimpin juga membahas mengenai pentingnya kerja sama konkret yang saling menguntungkan dalam konteks Global Development Initiative (GDI). Lebih lanjut, Cina berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama ekonomi hijau, antara lain melalui pembangunan Green Industrial Park di Kaltara.

Xi Jinping, tutur Retno, juga menegaskan komitmen untuk meningkatkan impor produk pertanian Indonesia. Kedua negara telah menyepakati tujuh kesepakatan, yakni Pembaruan MoU Sinergi Poros Maritim Dunia dan Belt Road Initiative; MoU Kerja sama Pengembangan dan Penelitian Vaksin dan Genomika, MoU mengenai Pembangunan Hijau; Pengaturan Kerja sama Kelautan; Protokol mengenai ekspor nanas Indonesia; Pengaturan Kerja Sama Pertukaran Informasi dan Penegakan Pelanggaran Kepabeanan; dan Rencana Aksi Kerja Sama Pengembangan Kapasitas Keamanan Siber dan Teknologi.

Jokowi bertemu Xi Jinping di Villa 14, Diaoyutai State Guesthouse, Beijing, Selasa sore, 26 Juli 2022. Jokowi disambut oleh Xi dan keduanya langsung melakukan foto bersama. Setelahnya kedua pemimpin negara bersama-sama menuju ruang pertemuan. Dalam sambutannya, Xi mengucapkan selamat datang dan menyampaikan kegembiraannya dapat bertemu langsung dengan Presiden Jokowi.

“Yang Mulia adalah Kepala Negara pertama yang diterima pihak Tiongkok setelah Olimpiade Musim Dingin Beijing. Hal ini cukup membuktikan betapa mesranya antara hubungan kedua pihak,” kata Xi.

Jokowi juga menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat kepada dirinya dan delegasi Indonesia. “RRC adalah mitra strategis komprehensif Indonesia. Kita harus mengisi kemitraan tersebut dengan kerja sama yang menguntungkan untuk negara kita, dan sekaligus untuk kawasan dan dunia,” kata Jokowi.

Dalam pertemuan dengan Xi Jinping, Jokowi didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dan Duta Besar RI Beijing Djauhari Oratmangun. (*)

Kredit

Bagikan