Berkedok Bisa Jadikan PNS Polisi Gadungan Kuras Kantong Korban Hingga Rp 1,707 Miliar

user
Ary B Prass 12 Juli 2022, 17:57 WIB
untitled

CILACAP, KRJOGJA.com - Menguras dana korbannya sampai Rp 1,07 miliar, MS (27) swasta pelaku kasus penipuan warga Desa Panisian Kecamatan Maos, Cilacap dibekuk tim Rekrim Polres Cilacap.

Untuk memuluskan aksi tipuannya, pelaku mengaku-aku anggota Polri dengan pangkat Aiptu.

Wakapolres Cilacap Kompol Suryo Wibowo, Selasa (12/07/2022) mengatakan, kasus tersebut mulai terjadi tahun 2018, ketika korban dan pelaku bertemu pada suatu tempat pencucian mobil di daerah Kalisabuk, Kesugihan.

Kemudian dilanjutkan dengan saling tukar nomor HP, sehingga beberapa hari kemudian pelaku menghubungi korban dan menyatakan jika anak korban bisa dibantu untuk menjadi Dosen PNS pada suatu perguruan tinggi negeri di Yogyakarta.

Guna mengelabui korban, pelaku MS bertandang ke rumah korban dengan menggenakan pakaian seragan Polri dengan pangkat Aiptu.

Hal tersebut membuat korban merasa yakin jika pelaku itu benar-benar anggota Polri yang bisa membantu anaknya menjadi PNS disuatu PTN di Yogya.

Apalagi pelaku menunnjukan surat tugas perekrut calon PNS dari Kementrian Dalam Negeri.

Sehingga saat itu korban dengan legawa menyerahkan kembali dana Rp 150 juta.

Beberapa hari kemudian pelaku mendatangi rumah korban dan meminta sejumlah uang lagi, alasannya karena konon pimpinan perguruan tinggi yang dimaksud minta tambahan uang.

Aksi tipu-tipu itu ang berlangsung sampai 20 kali dengan korban warga Desa Kuripan Kidul itupun terus berlanjut hingga tahun 2021 dengan jumlah permintaan dana tambahannya mencapai Rp 1,071 M.

"Sebenarnya pada tahun 2021, korban sempat mempertanyakan ke pelaku, mengapa anak korban tidak kunjung menjadi PNS," lanjutnya.

Namun dengan alasan mengajak anak korban untuk menemui pimpinan PTN itu dan sekaligus mengecek tempat kantor yang di yang akan digunakan anak korban menngantor.

Sehingga korban membolehkan anaknnya pergi ke Yogya.

Ketika sampai di parkiran milik PTN anak korban diminta menunggu dimobil saja. Sedang pelaku bergegas masuk ke kantor PTN tersebut.

Selang beberapa menit kemudian pelaku  keluar dari kampus PTN itu dan mengajak anak korban pulang.

"Kamar kerja belum selesai pengerjaannya," tutur MS.

Pada awalnya korban mencurigai pelaku yang diduga tidak beres. Apalagi ketika ditanyakan kembali tentang nasib anaknya yang menjadi akan dijadikan PNS/pegawai negeri, sehingga kasus penipuan itu dilaporkan ke Polres Cilacap.

Tim Resmob kami langsung melakukan pengejaran dari hasil upaya pengejaran terhadap pelaku, diperoleh pelaku tengah malam dan minum-minum di suatu kafe Jl Gatot Subroto.

Selanjutnya korban menghilang dan sulit dihubungi baik melalui HP maupun mendatangi rumah pelaku.

Sehingga kasus tersebut dilaporkan ke Polres Cilacap. Wakapolres Cilacap Kompol Suryo memastikan pelaku penipuan Kalisabuk itu bukan anggota Polri, karena pelaku hanya membeli seragam Polri melalui online dengan tujuan meyakinkan korban jika MS itu seakan-akan. (Otu)

Kredit

Bagikan