Dari Tahun ke Tahun Naik Haji Diramal Bakal Semakin Sulit

user
danar 08 Juli 2022, 22:10 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Akademisi dan pakar bisnis Profesor Rhenald Kasali menyebut, perjalanan haji semakin tahun akan semakin tidak mudah. Selain waktu tunggu yang lama, jumlah manusia di muka bumi termasuk di Indonesia akan terus bertambah.

“Masyarakat perlu mempersiapkan diri karena kedepan untuk menjalankan ibadah haji akan menjadi jauh lebih kompetitif, dan tentu saja anda perlu berhitung, umur ditangan Tuhan tetapi manusia perlu merencanakan,” kata Rhenald dalam akun Youtubenya, dikutip Jumat (8/7/2022).

Berdasarkan data statistik, pada 1990 kuota haji yang diberikan ke Indonesia sebesar 71.242 calon jemaah haji. Sedangkan total penduduk Indonesia di waktu yang sama mencapai 181,5 juta orang.

Setiap tahun angka kuota haji terus naik. Contohnya pada 2005 yang naik menjadi 180.558 calon jemaah haji. Sedangkan pada 2020 naik lagi ke 221 ribu calon jemaah haji.

Namun, ketika pandemi kuota haji di turun. Tercatat, kuota haji di 2022 adalah 100.051 calon jemaah haji. Artinya, angka berkurangnya cukup banyak, namun masih cukup baik karena di dua tahun sebelumnya keberangkatan haji ditiadakan.

Terkendalinya situasi pandemi, dimana kebijakan buka masker dan kegiatan mulai diperbolehkan, Kerajaan Arab Saudi pun kembali membuka kuota haji, tentunya peminat keberangkatan haji pun sangat membludak.

"Banyak jemaah haji yang sudah dijanjikan oleh travel agen dan sudah akan berangkat dengan visa yang sekarang ada nama baru yaitu furoda," ujarnya.

Untuk diketahui, Haji Furoda adalah program haji khusus dengan menggunakan visa mujamalah atau undangan dari Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia. Program ini memudahkan mendaftar haji tanpa perlu menunggu.

Hal ini dikarenakan visa haji furoda tidak menggunakan kuota visa haji yang disediakan pemerintah, melainkan memakai kuota haji Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia.

Nah, para calon jemaah haji Furoda ini sudah diberi tahu oleh travel agen untuk bersiap-siap berangkat ke Mekah Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji. Mereka pun diminta untuk tinggal di hotel selama berhari-hari.

Sayangnya, visa untuk jemaah haji furoda atau mujamalah tak kunjung keluar. Dalam berita, terdapat46 jemaah calon haji furoda yang sempat tertahan di bandara Jeddah, Arab Saudi dipulangkan ke Tanah Air.

Disisi lain, di Indonesia orang yang ingin pergi haji harus menunggu sekitar 20 sampai 30 tahun lamanya. Apalagi saat ini ada ketentuan untuk naik haji usianya maksimal 65 tahun.

Hal ini membuat mereka yang usianya sudah mendekati 60 tahun mulai berlomba-lomba untuk berangkat haji.

Dengan apa yang terjadi saat ini maka perlu diprediksi atau dihitung apa yang akan terjadi kedepannya. Apalagi dengan adanya visi baru Arab Saudi 2030 dimana pengelolaan perjalanan haji ini kemungkinan akan berubah.

Lantaran di Arab Saudi ada pergeseran kekuatan politik ekonomi dari industri 3.0 ke 4.0. (*)

Kredit

Bagikan