Kasus Narkoba, Filipina Minta Indonesia Beri Pengampunan ke Mary Jane

user
danar 08 September 2022, 02:10 WIB
untitled

JAKARTA, KRJOGJA.com - Filipina meminta Indonesia untuk mengampuni orang Filipina yang dipenjara Mary Jane Veloso. Ia telah dipenjara sejak 2010 atas tuduhan perdagangan narkoba.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis melalui PTV yang dikelola negara pada hari Selasa, 6 September 2022, Departemen Luar Negeri Filipina (DFA) mengatakan Menteri Luar Negeri Enrique Manalo pada 4 September meminta rekannya dari Indonesia agar Filipina diberikan grasi eksekutif.

Pertemuan Manalo dan Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi terjadi di sela-sela kunjungan kenegaraan Presiden Ferdinand Marcos Jr ke Indonesia.

Dalam rekaman video terpisah, Sekretaris Pers Trixie Cruz-Angeles mengatakan Menlu Retno mengatakan kepada delegasi Filipina bahwa mereka akan berkonsultasi dengan Kementerian Kehakiman mereka.

Mary Jane Veloso ditangkap di Yogyakarta pada 2010 setelah dia tanpa sadar membawa koper berisi lebih dari 2,6 kilogram heroin.

Dalam waktu 6 bulan setelah penangkapannya, Veloso dijatuhi hukuman mati.

Dia telah meminta grasi sebelumnya, tetapi ditolak pada tahun 2015. Penolakan itulah – dan ancaman eksekusi – yang pertama kali mengubah Mary Jane Veloso menjadi urusan Filipina.

Pemerintah Filipina saat itu, yang dipimpin oleh mendiang Benigno Aquino III, mengadakan pembicaraan di menit-menit terakhir – dengan mendiang presiden bahkan melanggar protokol – untuk menghentikan eksekusi Veloso yang dijadwalkan oleh regu tembak. Menlu Retno Marsudi juga merupakan pejabat yang diajak bicara oleh Aquino dalam upaya menyelamatkan nyawa Veloso.

Department of Foreign Affairs (DFA) atau Departemen Luar Negeri Filipina, dalam pernyataannya, mengatakan bahwa mereka terus berhubungan dengan Veloso, yang diwakili oleh firma hukum Indonesia pada retainer oleh Kedutaan Besar Filipina di sana. Dia saat ini ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Wonosari di Yogyakarta.(*)

Credits

Bagikan