Mengenal Sosok Ratu Elizabeth II, Pemegang Tahta ratu terlama sepanjang Sejarah di Ke

user
Agusigit 09 September 2022, 08:07 WIB
untitled

Krjogja.com - LONDON - Ratu Elizabeth II terlahir dengan nama Elizabeth Alexandra Mary di kota London pada 21 April 1926.

Elizabeth merupakan putri sulung pangeran Albert, yang merupakan Raja George V. Bersama istrinya Elizabeth Bowes Lyon.

Elizabeth II bukanlah pewaris takhta yang sesuai jika melihat garis keturunan. Kakeknya, yakni Raja George V sebenarnya mewariskan takhta kepada pamannya, Edward VIII yang merupakan anak sulung George V. Oleh sebab itu, seharusnya yang mewariskan takhta Kerajaan Inggris adalah anak dari Edward VIII.

Edward VIII kemudian memegang takhta sebagai Raja Kerajaan Inggris sejak 20 Januari 1936. Namun, Edward VIII mengundurkan diri pada 11 Desember 1936. Ia hanya menjabat selama 10 bulan 11 hari. Edward VIII mengundurkan diri demi menikahi seorang janda asal Amerika Serikat (AS), Wallis Simpson.

Akhirnya, ayah Elizabeth II yakni George VI yang merupakan adik dari Edward VIII harus naik takhta sebagai Raja Inggris. Kala itu, Elizabeth II yang masih berusia 10 tahun langsung mengalami perubahan drastis, dan tak bisa lagi menikmati masa kecil layaknya anak-anak pada umumnya.

Dengan naiknya sang ayah sebagai Raja Inggris, otomatis Elizabeth II sebagai putri sulung harus menjadi pewaris takhta. Oleh sebab itu, sejak kecil proses pendidikan dan pergaulan Elizabeth II langsung menjadi sorotan kerajaan, dan diatur sedemikian rupa.

Lilibet, panggilan untuk Elizabeth II dari keluarganya harus sekolah dengan tutor pribadi. Ia tak bisa bersekolah dengan anak-anak lain pada umumnya. Sejak kecil, ia sudah diajarkan etiket kerajaan dan dasar hukum monarki. Ia juga belajar musik, dan belajar berbicara bahasa Prancis dengan lancar.

Dari didikan ibunya, Ibu Suri Ratu Elizabeth (Queen Elizabeth The Queen Mother), Elizabeth II tumbuh menjadi umat Kristen yang taat.

Pada Awal 1947 Putri Elizabeth pergi bersama Raja dan Ratu ke Afrika selatan. Setelah kembali dari Afrika selatan, Putri Elizabeth mengumumkan pertunangannya bersama Philip Mountbatten dari Angkatan Laut Kerajaan Inggris.

Pada tanggal 20 November 1947 Putri Elizabeth resmi menikah dengan Philip. Dan pada 14 November 1948 lahir putra pertama mereka Charles Philip Arthur George atau dikenal sebagai Pangeran Charles.

Selain itu pada tahun 1950 putri mereka yang kedua lahir yakni Putri Anne. Pada 6 Februari 1952 Raja George V meninggal sehingga tahta Ratu jatuh pada Putri Elizabeth.

Akan tetapi di musim panas, setelah ia pindah dari Clarence House ke Istana Buckingham, dia melakukan tugas rutin sebagai ratu inggris.

Dan mulai melakukan pembukaan parlemen negara bagian pertamanya pada 4 November 1952. Penobatan Ratu Elizabeth sebagai ratu kerajaan Inggris terjadi pada 2 Juli 1953.

Hingga saat ini usia Ratu Elizabeth sudah mencapai 95 tahun, dan tercatat ia sudah 65 tahun menjabat sebagai ratu Inggris.

Dia bahkan melampaui rekor nenek buyutnya yakni Ratu Victoria yang memegang takhta selama 63 tahun 216 hari, yakni sejak 20 Juni 1837 sampai 22 Januari 1901.

Dilansir dari Historia, Kamis (25/2/2021), Elizabeth II adalah ratu yang dikenal dengan minat yang serius pada urusan pemerintahan dan politik, terlepas dari tugas seremonialnya. Ia juga telah memberikan banyak perubahan ke arah modern terhadap aspek-aspek monarki.

Namun, perjuangannya memperoleh penilaian-penilaian baik terhadap dirinya itu tidaklah mudah. Untuk berada pada posisinya sekarang ada kisah jatuh-bangun di baliknya. Bahkan, sejak kecil, sebelum mengetahui dirinya akan menjadi Ratu Kerajaan Inggris, ia sudah melalui persoalan yang rumit.

Selama masa pemerintahannya sebagai Ratu Inggris. Elizabeth II diketahui melahirkan anak ketiga Pangeran Andrew dan Pangeran Edward.

Sebagaimana diketahui saat ini, Ratu Elizabeth II dikonfirmasi positif Covid-19. Hal tersebut langsung diumumkan oleh pihak istana Buckingham. Meski menderita Covid-19, Ratu dikonfirmasi hanya menderita gejala ringan. (*)

 

 

Credits

Bagikan