So Sweet.., Saat 'Ketampanan Viking' Philip Meluluhkan Hati Elizabeth

user
tomi 09 September 2022, 09:28 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com  - Ratu Elizabeth II dinyatakan meninggal dunia dalam usia 96 tajun pada 8 September 2022 malam waktu Inggris atau 9 September 2022 dini hari WIB. Namun, kisah hidup ratu terlama di kerajaan Inggris itu cukup menyedot perhatian publik di seluruh penjuru dunia. Salah satunya adalah kisah hidup bersama dengan suami tercinta

Duke of Edinburgh atau Pangeran Philip.

Meninggalnya Pangeran Philip menorehkan duka yang mendalam sekaligus mengakhiri perjalanan romansa yang indah dengan Ratu Elizabeth II yang dibinanya selama 73 tahun. Kisah cinta mereka yang dikaruniai empat anak yaitu Pangeran Charles, Puteri Anne, Pangeran Andrew, dan Pangeran Edward itu sebetulnya tak berjalan dengan mudah dan penuh lika-liku. Kisah cinta keduanya dimulai ketika mereka masih berusia amat muda.

Keduanya pertama kali bertemu pada tahun 1934 saat Elizabeth berusia 7 tahun dan Philip masih 13 tahun. Kala itu Elizabeth II menjadi pengiring pengantin dari bibinya, Putri Marina dari Yunani dan Denmark, saat menikah dengan Pangeran George Duke of Kent di Westminster Abbey. Sementara, Philip hadir sebagai sepupu pertama pengantin wanita.

Lima tahun kemudian di tahun 1939, mereka kembali bertemu ketika Elizabeth saat itu adalah seorang putri berusia 13 tahun. Siapa sangka sejak pertemuannya itu, sang putri langsung terpikat pada pandangan pertama dengan saudara jauhnya itu,

Mengutip ABC News, Sebagaimana diketahui Philip dan Elizabeth memiliki nenek buyut yang sama yaitu Ratu Victoria. Philip adalah keturunan langsung dari Putri Alice, anak ketiga dari Ratu Victoria. Ratu Elizabeth adalah keturunan langsung dari putra tertua Ratu Victoria, yang menjadi Raja Edward VII, menurut situs web keluarga kerajaan.

Setelah pertemuan pertama mereka, Elizabeth dan Philip bertemu beberapa kali selama dekade berikutnya, dan Putri Elizabeth yang sangat muda jatuh cinta pada Philip yang berambut pirang dan bermata biru. Pengasuhnya mencatat bahwa "ketampanan Viking" Philip cukup mengesankan sang putri. Elizabeth terpanah dengan kegagahan Philip yang kala itu berusia 18 tahun dan menjadi kadet Angkatan Laut. Menurut pengasuh Putri Elizabeth, sang putri terpukau dengan kemampuan Philip melompati net di lapangan tenis.

Pasangan itu bertukar surat dan, pada tahun 1946, Philip, yang saat itu berusia pertengahan 20-an, diberi izin oleh Raja George VI untuk menikahi putrinya, dengan syarat mereka menunggu hingga Elizabeth berusia 21 tahun. Namun, para abdi dalem ayahnya kurang terkesan. Ada keraguan tentang kurangnya sumber keuangan dan sumber asing Pangeran Philip, dan Raja George VI juga dikabarkan prihatin dengan usia putrinya yang masih muda.

Menikah Tahun 1947

Pada 1946, Philip pun akhirnya memberanikan diri untuk melamar Elizabeth. Meskipun sempat terhalang restu ayah Elizabeth, Raja George VI, yang menginginkan putrinya menikah dengan laki-laki asal Inggris, sedangkan Philip berasal dari kerajaan Yunani. Namun, pada akhirnya hati sang ayah Elizabeth pun luluh. Pasangan itu menahan keraguan dan menikah pada 20 November 1947, dalam pernikahan kerajaan di Westminster Abbey.

Philip melepaskan gelar Yunani dan Denmark-nya dan mengadopsi nama belakang keluarga ibunya, menyebut dirinya Letnan Philip Mountbatten. Ayah mertua barunya, raja, memberinya gelar Duke of Edinburgh, Earl of Merioneth dan Baron Greenwich.

Selama beberapa tahun setelah pernikahan mereka, Philip dan Elizabeth menjalani kehidupan yang relatif normal. Dia terus bertugas di Angkatan Laut Kerajaan, dan pasangan itu segera memiliki dua anak, Pangeran Charles dan Putri Anne. Kehidupan Philip dan Elizabeth berubah pada tahun 1952 ketika, ketika Elizabeth sedang berkeliling Kenya, ayahnya, Raja George VI, meninggal. Dia menjadi Ratu Elizabeth II pada usia 26, dan Philip melepaskan karirnya di Royal Navy untuk menghidupi istrinya.

Melalui suka duka bersama dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir di usia 99 tahun di Kastin Windsor pada 9 April 2021 lalu, Pangeran Philip begitu dikagumi karena menjadi seorang suami yang amat mendukung peran istrinya. Sosok inilah yang membuat Ratu Elizabeth semakin jatuh cinta pada suami yang mendampinginya selama 7 dekade tanpa gelar raja tersebut.

So Sweet.., Saat 'Ketampanan Viking' Philip Meluluhkan Hati Elizabeth Ratu Elizabeth II bersama Pangeran Philip semasa hidup (Afp)

Tak Wariskan Nama Keluarga

Meski Philip menikahi Elizabeth sejak tahun 1947, namun Ratu tidak memberi suaminya gelar resmi "permaisuri pangeran", seperti yang dilakukan di masa lalu. Lima tahun setelah ratu naik tahta, pada tahun 1957, dia mengangkat Philip, Duke of Edinburgh, seorang pangeran Kerajaan Inggris.

Philip, yang memiliki empat anak dengan ratu, dilaporkan marah mengetahui, setelah aksesi istrinya, bahwa anak-anaknya tidak akan pernah menyandang nama belakangnya, menurut biografi ratu tahun 2012 oleh penulis Sally Bedell Smith.

"Aku hanyalah amuba berdarah," kata Philip yang marah.

"Saya satu-satunya pria di negara ini yang tidak diizinkan memberikan namanya kepada anak-anaknya sendiri."

Meskipun mereka tidak menyandang nama belakangnya, Philip mengambil peran yang sangat aktif dalam membesarkan anak-anaknya - Charles, Anne, Andrew, dan Edward - dan sangat melindungi keluarga dan bisnis keluarga tempat ia menikah.

Duke of Edinburgh dikenal sebagai salah satu anggota keluarga kerajaan yang bekerja paling keras selama masa jabatannya bersama raja yang paling lama memerintah di negara itu.

Ketika dia pensiun dari tugas resmi kerajaan pada tahun 2017 pada usia 96 , Philip telah menyelesaikan lebih dari 22.000 perjalanan kenegaraan solo sejak 1952, memberikan 5.496 pidato dalam perjalanannya ke lebih dari 76 negara, menulis 14 buku, menjabat sebagai pelindung bagi 785 organisasi dan membuat 637 kunjungan tunggal ke luar negeri, menurut Istana Buckingham. (*)

Credits

Bagikan