Drone China Teror Taiwan

user
ivan 09 September 2022, 05:32 WIB
untitled

CHINA, KRJOGJA.com - Militer China semakin menggunakan pesawat tak berawaknya untuk menekan Taiwan, kata presiden Tsai Ing-wen. Demi menjaga kawasannya, Taiwan memilih untuk menambah persenjataan strategi intimidasi termasuk “perang kognitif” dan serangan oleh pesawat dan kapal perang.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengatakan ancaman dari pemerintah China, yang mengklaim Taiwan adalah provinsi yang suatu hari akan direbut kembali, sejauh ini belum menunjukkan sinyal berakhir. “Selain sering melakukan intrusi oleh pesawat dan kapalnya, China juga melakukan perang kognitif, menggunakan informasi palsu untuk menciptakan gangguan di pikiran warga serta penggunaan drone,” kata Tsai.

Pidato tersebut, yang disampaikannya kepada tentara selama latihan tembakan pada Selasa, sehari setelah laporan soal pesawat tak berawak militer China masuk ke wilayah Taiwan.

Bulan lalu Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) mengintensifkan intimidasinya terhadap Taiwan dengan mengepung pulau itu dengan latihan militer dan tembakan langsung. Sejak itu hampir setiap harim mereka melintasi garis median tindakan yang sebelumnya jarang dilakukan dan ini dianggap menantang perbatasan maritim tidak resmi di Selat Taiwan.

Pada Senin kemarin, kementerian pertahanan Taiwan mengatakan sembilan pesawat PLA telah memasuki zona identifikasi pertahanan udara Taiwan (ADIZ), termasuk pesawat pengintai BZK-007. (*)

Credits

Bagikan