Dudung Abdurachman Minta Prajurit Hentikan Kecam Effendi Simbolon

user
Ivan Aditya 15 September 2022, 06:32 WIB
untitled

Krjogja.com - JAKARTA - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung Abdurachman meminta para prajurit TNI untuk menghentikan protes secara terbuka kepada anggota Komisi I DPR, Effendi Simbolon.

Protes dan kemarahan para prajurit ini meluap buntut pernyataan "TNI gerombolan" yang disampaikan Effendi Simbolon saat rapat dengar pendapat bersama Panglima TNI, Jenderal TNI Andika Perkasa, dan semua jajaran di Kompleks DPR/MPR, Jakarta beberapa waktu lalu.

"Saya tekankan kepada seluruh prajurit, saya lihat di media sosial banyak yang menyampaikan kemarahannya. Saya minta hentikan, cukup. Beliau pun hari ini sudah minta maaf," ujar Dudung.

Dia menegaskan, TNI akan tetap solid, meskipun ada yang menyebut hubungan KSAD dengan atasannya, yakni Panglima TNI tidak baik. "TNI pada umumnya tetap solid, tidak ada perbedaan-perbedaan. Kalau saya dengan Pak Andika ada perselisihan sedikit itu biasa, perbedaan itu biasa. Pejabat lama dengan pejabat baru itu biasa. Siapa pun, di sini ada bupati, wakil bupati berbeda itu biasa," kata Dudung Abdurachman.

Ia mengatakan, Effendi Simbolon punya hak konstitusional sebagai anggota DPR. Namun dia juga menegaskan bahwa TNI AD, punya kehormatan dan harga diri. Dia menegaskan bahwa TNI AD melaksanakan tugas-tugas baik di daerah operasi maupun di tempat lain untuk membantu rakyat.

Mantan Pangkostrad ini juga yakin, apa yang disampaikan Effendi Simbolon tidak mewakili DPR, apalagi mewakili partai politik di mana dia bernaung, yakni PDI Perjuangan.

"Setahu saya PDI Perjuangan itu juga sangat dekat dengan TNI AD dan perhatian dengan wong cilik anggota Komisi I (DPR) semuanya baik. Karena selama ini hal-hal yang baik disampaikan. Kalau disampaikan TNI AD seperti gerombolan, lebih-lebih dari ormas, itu menyakitkan bagi saya," ujar Dudung.

Dudung menyatakan, dirinya sudah lama bertugas di daerah-daerah operasi. "Jadi jika tidak tahu, tidak paham tentang fakta, bukti yang sebenarnya, maka Pak Efendi Simbolon jangan asal bicara," katanya. (*)

Kredit

Bagikan