Hari Demokrasi Internasional, Dubes Ukraina Gaungkan Perdamaian

user
Tomi Sujatmiko 16 September 2022, 23:10 WIB
untitled

Krjogja.com - KIEV - Serangan dari Rusia ke Ukraina masih terus berlangsung hingga saat ini. Walaupun sejumlah wilayah Ukraina telah berhasil direbut kembali, namun rudal dari Rusia masih terus menyerang sejumlah wilayah dan warga sipil.

Bertepatan dengan Hari Demokrasi Internasional, Duta Besar Ukraina untuk Indonesia, Vasyl Hamianin terus menggaungkan demokrasi dan perdamaian dunia.

"Sangat penting bahwa kita terus menginginkan perdamaian, dan saya mengulanginya lagi dan lagi. Perdamaian artinya tidak mengebom, tidak menembak dengan artileri dan seperti apa yang kita lihat sekarang, setiap hari kemarin, lusa kemarin," ujarnya dalam press briefing bersama media secara virtual, Jumat (16/9/2022).

Hingga kini, bom dan rudal Rusia masih terus menghantam obyek infrastruktur sipil Ukraina.

Ia mengungkapkan kondisi di Ukraina yang semakin parah, ketika masyarakat sipil kedinginan, kekurangan pasokan makanan dan sakit.

"Tidak ada air, tidak ada listrik, kondisinya parah," ujarnya lagi sambil menggambarkan situasi di sana.

Selain itu, Dubes Vasyl juga menyinggung soal temuan kuburan massal sebanyak 440 jasad.

"Tentara kami menemukan 440 kuburan dari warga sipil. Dan ini bukan hal baru, kami menemukan seperti ini setiap hari," ujar Dubes Vasyl lagi.

Pihak berwenang Ukraina menemukan kuburan massal lebih dari 440 mayat di kota timur laut Izium yang direbut kembali dari pasukan Rusia beberapa hari lalu, kata seorang pejabat polisi regional, menambahkan beberapa orang telah tewas akibat penembakan dan serangan udara.

Ribuan tentara Rusia meninggalkan Izium akhir pekan lalu setelah menduduki kota itu dan menggunakannya sebagai pusat logistik di wilayah Kharkiv. Mereka meninggalkan sejumlah besar amunisi dan peralatan.

"Saya dapat mengatakan itu adalah salah satu situs pemakaman terbesar di kota besar di (daerah) yang dibebaskan ... 440 mayat dimakamkan di satu tempat," Serhiy Bolvinov, kepala penyelidik polisi untuk wilayah Kharkiv, mengatakan kepada Sky News. "Beberapa meninggal karena tembakan artileri ... beberapa meninggal karena serangan udara."

Reuters tidak dapat segera memverifikasi klaim Ukraina dan tidak ada komentar publik langsung dari Rusia atas tuduhan tersebut. (*)

Credits

Bagikan