Kesetiakawanan Sosial Kunci Sukses RI Hadapi Pandemi Covid-19

user
Tomi Sujatmiko 18 September 2022, 08:06 WIB
untitled

Krjogja.com - DEPOK - Pandemi Covid 19 yang mulai melanda dunia dan Indonesia sejak tahun 2020 membuat banyak sistem di dunia runtuh, tidak hanya menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit.

Namun juga membuat mereka yang masih tinggal dan melanjutkan hidup harus menghadapi banyak sekali perubahan perubahan yang memaksa kita beradaptasi hal inilah yang menjadi latar belakang acara Talkshow serial GNRM yang diselenggarakan Universitas Gunadharma melalui UG TV dengan tema “Gotong royong/kesetiakawanan sosial di masa pandemi” Pada Sabtu 17 September 2022.

Talkshow seminar GNRM yang sudah memasuki bagian keempat ini antara lain menghadirkan Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo , Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Prof. Dr. Ravik Karsidi, MS dan Prof. Dr. E. S. Margianti, SE., MM Rektor Universitas Gunadarma sebagai narasumber serta Dr. dr. Matrissya Hermita, M.Si., M.I.Kom (MHE) dan Prof. Dr. Ir. Budi Hermana, MM (BHE) sebagai host.

Dalam Pembukaannya Rektor Universitas Gunadharma Dr Margianti menyatakan bahwa bangsa dan negara Indonesia yang pada masa pandemi ini telah sukses menghadapi virus covid 19 dengan jargon “terjangkit tapi bangkit” membuktikan bahwa bangsa ini walaupun sempat jatuh dan menderita akibat pandemi global namun mampu kembali bangkit bahkan menjadi lebih tangguh.

Kesetiakawanan sosial yang merupakan salah satu nilai luhur bangsa dalam masa pandemi diwujudkan secara nyata dengan adanya gotong royong pada seluruh lapisan masyarakat ini. 

Rasa kebersamaan dan kesetiakawanan sosial ini hendaknya dapat terus dijaga dan digaungkan di dalam masyarakat agar pada akhirnya seluruh bangsa indonesia mengerti dan sadar.

Menurutnya kesetiakawanan sosial merupakan bukti nyata berkehidupan bangsa dan negara, dan karenanya Universitas Gunadarma mensupport penuh upaya penggaungan nilai nilai Pancasila. termasuk endorong kesetiakawanan sosial di negara ini.

Hal ini dibuktikan dengan terus bersinerginya Universitas Gunadharma dengan seluruh lapisan masyarakat dalam tidak saja membangun jaringan perekonomian yang sempat tumbang akibat pandemi, namun juga bergerak nyata membantu melatih para pengusaha kecil dan menengah untuk lebih akrab dengan teknologi.

Selanjutnya dalam Paparannya Prof Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Prof. Dr. Ravik Karsidi, MS menyatakan bahwa dalam menghadapi pandemi kita dihadapkan dengan berbagai pilihan khususnya tetap selamat, atau tetap menjaga ekonomi.

Karena itu, perlu disadari bahwa pemerintah sudah berusaha membuat pilihan pilihan yang jitu dan mengambil jalan tengah demi kepentingan berbagai pihak.

"Setiap pilihan tentu ada konsekwensinya dan pemerintah terbukti sudah teruji dalam mengahadapi pandemi seperti saat ini. Perlu diapresiasi bahwa walaupun tidak sempurna namun pemerintah bersama masyarakat terbukti bisa bahu membahu dalam menghadapi pandemi ini."

Prof Ravik menjelaskan Covid ini juga mempercepat adaptasi kita terhadap tehnologi yang berimbas dengan makin tingginya sikap individual namun bersama dan bermodal kegotongroyongan kita bisa bersama untuk menghadapi bencana covid 19 ini sehingga keseimbangan hidup bisa tercapai.  

Perlu suntikan dan bantuan berbagai pihak dengan sinergi nyata agar masyarakat bisa saling bantu dan bergerak bersama untuk tidak hanya bisa dengan tangguh menghadapi pandemi, namun justru bisa meningkatkan level dan kualitas Berekonomi dengan bantuan tehnologi dan regulasi.

Pandemi dalam aspek revolusi mental justru dapat menjadi pemicu kesadaran untuk bergotong royong dan meningkatkan rasa kebersatuan dalam bangsa sehingga apapun yang terjadi janganlah sekali sekali meninggalkan nilai nilai luhur bangsa indonesia, kita sebagai bangsa indonesia harus terus menerus mengaktualisasikan nilai nilai kebangsaan khususnya kegotongroyongan dan kesetiakawanan sosial.

Staff Khusus Dewan Pengarah BPIP Antonius Benny Susetyo dalam kesempatan ini menyatakan bahwa Indonesia mempunyai modal dasar di tengah ketidaksiapan dunia dalam menghadapi pandemi. 

Kearifan lokal dan kesadaran kolektif akan pentingnya nilai gotong royong membuat bangsa ini menjadi lebih kuat dan sadar untuk saling membantu. 

Masyarakat yang dimotori kaum muda bergerak secara masif membangun jejaring menggunakan media sosial,bukan hanya berbagi informasi, namun saling membantu mencari obat, oksigen bahkan berbagi kebutuhan hidup bagi mereka yang sedang menjalani isolasi akibat terpapar virus Covid 19.

"Ini bukti nyata bahwa habitualisasi pancasila telah terjadi nyata dalam kehidupan masyarakat Indonesia, Masyarakat Indonesia dalam menghadapi pandemi tidak hanya berpancasila dalam retorika saja, namun juga dalam pikiran, berbuat dan tindakan nyata tanpa memandang suku, agama dan ras. Karenanya Pancasila merupakan modal ampuh dalam menghadapi musuh bersama yaitu covid. Modal ini harus dijadikan refleksi berbangsa dan bernegara bahwa kita bisa menghadapi apapun karena kita melewati masa Pandemi ini bersama dan kita sama sama memiliki Pancasila. "

Benny lebih lanjut menjelaskan bahwa keputusan pemerintah Indonesia untuk tidak melakukan lockdown membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif bertahan di dalam pembatasan akibat Pandemi. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

Credits

Bagikan