Kaulanamu Menuju Hub Internasional di Asean

user
Ivan Aditya 20 September 2022, 18:28 WIB
untitled

Krjogja.com - MEDAN - Presdir Angkasa Pura Aviasi (API) Ahmad Rifai mengaku optimis Bandara Internasional Kualanamu (KNO) Deli Serdang Sumatera Utara bisa menjadi bandara penghubung atau hub internasional di Asean. Diharapkan bandara nantinya akan serata dengan bandara Changi Singapura dan Bandara Kuala Lumpur Malaysia. Untuk mencapai hal tersebut bandara Kaulanamu akan terus meningkatkan baik itu sarana dan prasana dan juga pelayanan kepada para penumpang.

“Bandara Kualanamu sejak 7 Juli 2022 Angkasa Pura Aviasi merupakan perusahaan joint venture AP II dan perusahaan asal India GMR Airport Consortium. AP II menguasai mayoritas saham 51 persen dan GMR 49 persen. Sehingga API resmi memiliki sebagai pengelola bandara Kualanamu berharap bandara ini yang menjadi kebanggaan Di Indonesia bagian barat ini, bisa menjadi hub untuk penerbangan internasional,” kata Presdir Angkasa Pura Aviasi (API) Achmad Rifai dalam acara seminar nasional Kualanamu Airport Internasional as to Internasional Hub Asean, As An International Hub In ASEAN: Challenges and Realization di Medan, Selasa (20/09/2022).

Acara yang di sponsori Air Asia ini menghadirkan pembicara Balkis Kusumawati - Koordinator Infrastruktur Konektivitas Antar Moda Kemenko Marives, Kasubdit Kerja Sama Angkutan Udara Kementerian Perhubungan Ade Kusmana, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf Henky Manurung yang bergabung secara on line.

Veranita Yosephine Sinaga, CEO AirAsia Indonesia, Capt Daniel Putut Kuncoro Adi, Presiden Direktur Lion Group, Ngakan Putu Septigraha - Vice President Sumatera Region Garuda Indonesia, Alvin Lie, Pengamat Industri Penerbangan. Nantinya bandara Kualanamu menjadi penghubung untuk lokasi penerbangan ke berbagai wilayah nusantara juga internasional ke sejumlah negara Asia Selatan, seperti India, Pakistan, dan Bangladesh.

Apalagi bandara Kualanamu yang berada di provinsi yang di memiliki perekonomian serta memiliki potensi pariwisata, perkebunan, industri, dan investasi yang sangat potensial sebagai pendukungnya. Dipaparkan yang dilakukan antara lain meningkatkan fasilitas penting yang ada di Kualanamu seperti operasi bagasi sistem dengan teknologi tercanggih di Indonesia, kebersihan toilet dan fasilitas umum lainnya.

Dikatakan bila Kualanamu menjadi hub, maka jumlah penumpang menjadi meningkat. Bahkan API menargetkan rencana 25 tahun ke depan jumlah penumpang mencapai 65 juta pertahun atau meningkat drastis dari yang saat ini hanya 5,9-6 juta penumpang per tahun. Sedangkan tahun 2023 hingga 2024 diperkirakan mencapai 15 juta pengunjung.

Dikatakan, Angkasa Pura Aviasi merupakan perusahaan joint venture AP II dan perusahaan asal India GMR Airport Consortium. AP II menguasai mayoritas saham 51 persen dan GMR 49 persen. “AP II dan GMR Airport Consortium tergabung dalam joint venture company atau perusahaan patungan yakni PT Angkasa Pura Aviasi menjadi pengelola Bandara Internasional Kualanamu.

Sementara itu Gubernur Sumatera Utama Eddy Rachmayadi dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Perhubungan Sumut Supriyanto mengatakan bila bandara Kualanamu menjadi hub penerbangan, maka diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dalam sistem transportasi internasional, sekaligus menjadi gerbang penerbangan internasional di wilayah barat Indonesia. Dikatakan, Kualanamu yang selama ini memiliki posisi yang strategis untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mempercepat mobilitas manusia, barang dan jasa.

Apalagi dengan pengelolaan badara Kualanamu yang telah diberikan ke Angkasa Pura Aviasi merupakan perusahaan joint venture AP II dan perusahaan asal India GMR Airport Consortium., diharapkan bisa meningkatkan kualitas bandara dan peningkatan layanan agar penumpang bisa merasa nyaman. “Kualanamu bila menjadi hub internasional, harus bisa bersaing dengan bandara Changi dan bandara Kuala Lumpr dan juga bisa mendukung perekonomian Sumut dan menjadi bandara penumpang dan kargo dan market bagi negara lain,” tegasnya.

Adapun Koordinator Infrastruktur Konektivitas Antar Moda Kemenko Maritim dan Investasi Balkis Kusumawati mengatakan ada 34 bandara internasional di Indonesia dengan total lalu lintas penumpang WNA sebesar 94,5 juta dari 2015 sampai Juni 2022, hanya dengan 2 Bandara teratas sudah mencakup 88 persen dari total keseluruhan lalu lintas.

“Pemerintah memutuskan untuk melakukan penataan bandar udara. Kesenjangan yang signifikan antara 2 bandara teratas dengan sisanya menunjukkan bahwa banyaknya bandara internasional yang belum beroperasi secara optimal. Penataan jumlah bandara adalah satu cara untuk menjaga keberlanjutan bandar udara,” kata Balkis. (Lmg)

Credits

Bagikan