Empat Pembobol Mesin ATM Dibekuk, Operasi Sikat Jaran Candi Amankan Ratusan Bandit

user
Danar W 26 September 2022, 17:30 WIB
untitled

Krjogja.com - SEMARANG - Sebanyak 438 pelaku pencurian bermotor (curanmor) berhasil diciduk jajaran Polda Jateng dalam Operasi Sikat Jaran Candi 2022 dalam 118 kasus.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi menjelaskan, dalam kasus tersebut polisi mengamankan barang bukti 38 unit mobil dan 393 unit sepeda motor yang dilaksanakan mulai 25 Agustus hingga 13 September 2022.

Dia memaparkan, masalah kejahatan pencurian kendaraan bermotor ini mengalami kenaikan 7,3% atau naik 8 kasus.

"Selama penindakan 20 hari, ada beberapa kasus menonjol, diantaranya kasus pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Polres Tegal dan kasus pencurian sepeda motor yang melibatkan satu keluarga," ungkap Ahmad Luthfi dalam Konferensi Pers di lobi Mapolda Jateng, Senin (26/9/2022).

Menurut Luthfi, untuk kasus di Kudus, baik pencuri hingga penadahnya masih ada hubungan keluarga, dan hingga kini pihaknya masih melakukan penyidikan.

"Kita masih lakukan penyidikan lanjutan," paparnya.

Luthfi menyebut kedepan pihaknya akan melakukan upaya preemtif dengan memberikan himbauan kepada masyarakat.

"Jika ada masyarakat yang menjadi korban tindak kejahatan agar tidak ragu, segera melapor kepada polisi," tegas Luthfi.

Disebutkan selama operasi ada kasus menonjol yang berhasil diungkap. Diantaranya pencurian ternak, pencurian motor di dalam keluarga dan pembobolan ATM. Pencurian motor terjadi di Kebumen melibatkan anak tuan rumah dan motor curian itu dijual kepada pamannya sendiri.

Kemudian, kasus pembobolan mesin ATM melibstkan empat pelaku. Mereka Agung (40) asal Cilincing, Jakarta Utara, Yuli (34) asal Songgom Brebes, Saeful (44) asal Pasomalang Subang dan Sa'at (46) asal Bekasi Kota. Selain meringkus keempat tersangka yang biasa beraksi dengan mobil rental, juga disita sebuah linggis, alat mengelas dan dua tabung gas.

Kapolda yang didampingi Dirjen Reskrim Um Polda Jateng Kombes Pol Djuhandani Rahardjo Puro menjelaskan ulah Agus Cs selalu bergerak cepat. Mereka selama ini terlihat 9 kasus di Jabar, Jateng dan Jatim. Salah satu kasus di Jateng terjadi di Tegal pada awal September lalu. Mereka dengan alat linggis dan las membobol di galeri ATM BRI, depan PT. Lea Footware Indonesia memperoleh hasil uang tunai tidak kurang Rp 100 juta.

Menurut Kapolda terungkapnya ulah Agung Cs selain didukung keterangan saksi, juga petunjuk hasil rekaman CCTV yang terpasang di sekitar anjungan ATM. Dari hasil rekaman CCTV terlihat ciri khusus salah satu pelaku, yakni mempunyai tahi lalat. "Dari bukti ciri itulah, polisi dalam penyelidikan akhirnya dapat menangkap mereka yang dalam perjalan akan melancarkan aksinya di Jatim," jelas Ahmad Luthfi.

Agung bersama tiga rekannya dihadirkan pada jumpa pers mengakui terus terang perbuatanya. Ia mengaku mesin ATM berisi uang yang dirusak pakai linggis dan las, lalu diambil boksnya berisi uang. Tempat penyimpan uang yang diambil di Tegal dibawa ke Bekasi, lalu dibongkar diambil uangnya.

"Semua uang hasil membongkar box ATM sekitar 100 juta, lalu dibagi rata setelah dipotong untuk operasinal. Tiap orang mendapat bagian rata," akunya. Sementara dengan dibekuknya Agung Cs, penyidik terus mengembangkan kasusnya.(Cry)

Kredit

Bagikan