Amerika, China dan Rusia Kerjasama Kembangkan Satelit

user
Ivan Aditya 27 September 2022, 19:32 WIB
untitled

Krjogja.com - AMERIKA - Tim ilmuwan berasal dari berbagai negara sedang mengembangkan satelit kecil seukuran kotak sepatu yang ditujukan untuk mempelajari ancaman-ancaman pada Bumi, seperti perubahan iklim hingga radiasi kosmik.

Ilmuwan-ilmuwan dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat (AS), China, Rusia, Brasil, dan lainnya bekerja sama mengembangkan satelit kecil itu.

“Saya senang bahwa kita tidak hanya bisa melakukan sains dasar tetapi juga mengatasi masalah yang memiliki konsekuensi nyata bagi manusia. Penggunaan ganda penelitian dasar dan penelitian terapan ini adalah inti dari konstelasi satelit,” ujar Daniel Baker dari Universitas Colorado.

Baker, pemimpin pengembangan satelit, yakin jika satelit yang sedang dikerjakan akan mengorbit pada 2025. Untuk memperluas data dan gambaran yang besar, satelit-satelit kecil akan dikelompokkan di orbit. Pengelompokan ini diyakini mampu menangkap data lebih bagus dibanding pengamatan satu satelit yang sering digunakan.

“Pendekatan sebelumnya menyebabkan ketidakpastian dan ambiguitas tentang apakah hal-hal yang kita ukur pada satu titik tertentu mewakili karakteristik keseluruhan sistem,” ujar Baker.

Satelit-satelit itu dapat dikelompokkan di orbit Bumi karena berukuran kecil, ringan dan berbiaya rendah. Baker juga menjelaskan jika satelit kecil itu memungkinkan negara-negara lain seperti di Amerika Selatan dan Afrika untuk ambil bagian dalam misi ruang angkasa. (*)

Kredit

Bagikan