Alasan Polisi Lepaskan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan

user
Ivan Aditya 03 Oktober 2022, 20:32 WIB
untitled

Krjogja.com - JAKARTA - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur Irjen Nico Afinta mengungkap alasan menembakkan gas air mata kepada suporter Arema FC saat kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Menurutnya, tindakan tersebut untuk menghalau suporter yang merangsek turun ke lapangan.

"Seandainya suporter mematuhi aturan, peristiwa ini tidak akan terjadi. Semoga tidak terjadi lagi peristiwa seperti ini," ucapnya, Minggu (02/10/2022).

Nico mengklaim, penembakan gas air mata kepada suporter Arema FC sudah sesuai prosedur. Namun, tindakan ini membuat banyak suporter mengalami sesak napas.

"Para suporter berlarian ke salah satu titik di Pintu 12 Stadion Kanjuruhan. Saat terjadi penumpukan itulah, banyak yang mengalami sesak napas," jelasnya.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyatakan masih terus bekerja menuntaskan penanganan usai insiden tersebut. "Biar tim bekerja dulu dari Polda Jatim," tutur Dedi.

Dedi enggan menanggapi lebih jauh terkait dugaan langkah penanganan yang berlebihan atau pun kelalaian dari aparat kepolisian saat terjun ke lapangan menangani massa. Tragedi Stadion Kanjuruhan sejauh ini memakan korban hingga 130 jiwa.

Menurut Dedi, Polda Jawa Timur masih terus bekerja bersama dengan PT Liga Indonesia Baru sebagai operator pertandingan, dan stake holder terkait lainnya dalam rangka menangani insiden tersebut. (*)

Kredit

Bagikan