Inpres Cegah Radikalisme Segera Terbit

user
Tomi Sujatmiko 07 Oktober 2022, 09:05 WIB
untitled

Krjogja.com - PAYAKUMBUH - Payung hukum dalam bentuk Instrusi Presiden (Inpres) pencegahan radikalisme dan intoleransi, segera terbit. Dengan adanya Inpres ini, pencegahan dan penanggulangan akibat radikalisme dan intoleransi menjadi semakin kuat.

Hal itu disampaikan Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol R Ahmad Nurwakhid ketika memberikan sambutan pada acara 'Perempuan Top Viralkan Perdamaian' di Payakumbuh Sumatera Barat, Kamis (6/10/2022). Kegiatan ini diprakarsai BNPT dan dilaksanakan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Propinsi Sumatera Barat.

Radikalisme, terosisme, extremisme, wahabisme, liberalisme, kapitalisme, komunisme, marxisme, leninisme, khilafahisme, intoleransi dan sejenisnya, menurut Nurwakhid, telah membuat berbagai negara di dunia terpecah-belah dan hancur. Di Indonesia hal-hal yang berbau kiri, seperti komunisme, marxisme, leninisme dan hal-hal yang berbau kiri, sudah selesai dengan Tap MPRS 25 tahun 1966. Tetapi, hal-hal baru, seperti radikalisme, intoleransi dan ekstrem kanan belum mendapat payung hukum yang kuat seperti pemberlakuan larangan komunisme, marxisme dan leninisme.

Menghargai dan mengarusutamakan keberagaman atau kebinekaan, kata Nurwakhid, adalah jalan tengah paling baik untuk menghindari perpecahan dan permusuhan terutama karena hanya berbeda keyakinan dan aliran. "Founding father kita sudah mengamanatkan tentang pentingnya kesatuan dan persatuan. Persatuan itu akan diperoleh apabila ada saling menghargai diantara keberagaman yang ada," jleasnya.

Intoleran dan radikalisme ini menurut data di BNPT lebih gampang masuk ke dalam dunia perempuan atau disebut rentan terhadap paham radikalisme dan intoleransi. Oleh karena itu, ujar Nurwakhid, kegiatan FKPT kali ini ditujukan kepada kaum perempuan.

Pihaknya, juga berpesan, tuduhan Islam adalah dekat dengan radikalisme dan terorisme adalah sebuah fitnah. "Tidak benar Islam inheren dengan radikalisme dan terosisme. Justru Islam melarang radinalisme apalagi terorisme. Karena Islam itu adalah rahmatan lil alamin," tegasnya, seraya menyebutkan, radialisme dan terorisme tidak terkait dengan agama apapun di dunia ini.

FKPT Sumatera Barat bersama BNPT menggelar kegiatan sosialisasi tentang bahaya radikalisme dan terorisme untuk kaum perempuan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Payakumbuh diikuti 100 peserta dari berbagai utusan organisasi perempuan di Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota. (Obi)

Kredit

Bagikan