Kemenkominfo Kenalkan Empat Pilar Literasi Digital kepada Para Pelajar di Bengkulu

user
Danar W 16 Oktober 2022, 16:10 WIB
untitled

Krjogja.com - BENGKULU - Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) berkolaborasi dengan Pandu Digital menggelar roadshow Seminar Literasi Digital untuk jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Bengkulu.

Program literasi digital kali ini mengusung tema “Cerdas Kreatif dan Produktif Bermedia Digital”. Program tersebut dihelat pada 5 Oktober 2022 secara hybrid di Center of Excellence (COE) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Kota Bengkulu dan diikuti oleh 500 peserta yang berasal dari seluruh pelajar SMKN 4 Kota Bengkulu.

Selanjutnya, pada 6 Oktober 2022, dilaksanakan secara serempak di 3 sekolah, yaitu SMKN 2 Bengkulu Tengah, SMKN 1 Bengkulu Utara, dan SMKN 2 Bengkulu Utara dengan total target 2.500 peserta yang berasal dari pelajar SMK di wilayah Kota Bengkulu, Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Tengah, dan Kabupaten Bengkulu Utara.

Objektif program ini adalah untuk meningkatkan pemahaman Literasi Digital bagi peserta didik, yang merupakan salah satu target nasional Kemenkominfo menuju transformasi digital di Indonesia.

Kepala SMKN 4 Kota Bengkulu Paidi menyampaikan apresiasi terhadap Kemenkominfo atas penyelenggaraan program Literasi Digital bagi pelajar tingkat SMK. “Kami sangat berterima kasih sekali pihak Kominfo berkenan untuk berbagi pengetahuan terkait bagaimana menggunakan literasi digital. Sebab, tidak sedikit masyarakat maupun kalangan pelajar belum dewasa dalam menggunakan literasi digital. Memang dari hasil riset dikatakan jumlah penggunaan internet sudah banyak, tetapi pemanfaatan internet oleh peserta didik untuk pembelajaran masih belum optimal,” papar Paidi.

Ketua Tim Literasi Digital Sektor Pendidikan Bambang Tri Santoso menambahkan, di Program Literasi Digital, ada empat pilar yang menjadi materi pembelajaran utama yang akan diberikan kepada stakeholder. Pertama adalah digital culture, ini terkait pemahaman nilai-nilai pancasila dan wawasan kebangsaan. Kedua, digital skill atau kecakapan digital. Ketiga, digital safety tentang pentingnya untuk tidak mengumbar data pribadi di dunia maya agar tidak disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Terakhir, digital ethic, tentang bagaimana etika berkomunikasi di media sosial, tentang UU ITE, dan mengenai apa-apa yang boleh dan dilarang di dunia maya.

Selain itu, Bambang juga mengenalkan program Pandu Digital yang diinisiasi oleh Kemenkominfo, yaitu gerakan volunter untuk menciptakan pendamping literasi digital yang hingga saat ini sudah mencapai 18.000 Pandu Digital yang tersebar di seluruh Indonesia, yang berasal dari beragam latar belakang, yaitu masyarakat umum, akademisi, hingga pelajar SMK.

Tugas Pandu Digital adalah untuk mendampingi literasi digital di 5 sektor, yaitu Pendidikan, Pariwisata, UMKM, Petani, dan Nelayan. Sementara itu, ada 3 tingkatan dalam Pandu Digital, yaitu Pandu Digital Purwa (badge merah), Pandu Digital Madya (badge biru), dan Pandu Digital Utama (badge hitam).

Kegiatan Literasi Digital Sektor Pendidikan merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam program Indonesia Makin Cakap Digital yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemenkominfo) untuk memberikan literasi digital kepada 50 juta orang masyarakat Indonesia hingga tahun 2024.(*)

Kredit

Bagikan