Batalkan Pengakuan Yerusalem Ibukota Israel, Indonesia Apresiasi Keputusan Australia

user
Ivan Aditya 19 Oktober 2022, 02:22 WIB
untitled

Krjogja.com - JAKARTA - Indonesia menyambut baik keputusan Australia yang membatalkan pengakuan terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel. Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) berharap dengan keputusan tersebur maka Australia dapat berkontribusi positif bagi upaya penyelesaian damai Palestina dan Israel.

"Indonesia juga mengapresiasi penegasan kembali komitmen Australia untuk mendukung upaya damai berdasarkan two-state solution" dengan batas-batas wilayah yang diakui secara internasional," seperti yang dikutip dari akun Twitter @Kemlu_RI.

Di akhir tahun 2018, pemerintah Australia yang saat itu dipimpin Partai Koalisi dengan perdana menteri Scott Morrison mengakui Yerusalem Barat sebagai ibukota Israel, menyusul keputusan presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, untuk memindahkan kedutaan dari Tel Aviv ke Yerusalem Barat.

Australia yang membatalkan pengakuan terhadap Yerusalem sebagai ibukota Israel. Perubahan keputusan ini terjadi pada pemerintahan Partai Buruh yang menang pada 2022 tersebut.

Pengumuman tersebut dikeluarkan kurang dari 24 jam setelah pemerintah Australia mengatakan tidak ada perubahan terhadap kebijakan pemerintahan sebelumnya, karena masalah tersebut belum dipertimbangkan dalam rapat kabinet.

Menteri Luar Negeri Penny Wong mengatakan Australia tetap akan menjadi teman yang kuat bagi Israel dan juga pendukung bagi warga Palestina. "Hari ini pemerintah Australia mengukuhkan kembali posisi sebelumnya dan yang sudah lama ada bahwa status akhir Yerusalem harus diselesaikan sebagai bagian dari perundingan damai antara warga Israel dan Palestina," katanya.

Pernyataan itu dikuatkan Australia dengan mengakui Tel Aviv sebagai Ibukota Israel. "Kedutaan Australia selalu dan akan tetap di Tel Aviv," tambahnya. (*)

Kredit

Bagikan