Laba BCA Kuartal III Tahun 2022 Mencapai Rp 29 Triliun

user
Ivan Aditya 20 Oktober 2022, 17:57 WIB
untitled

Krjogja.com - JAKARTA - Laba bersih PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan entitas anak selama kuartal III tahun mencapai Rp 29,0 triliun atau tumbuh 24,8 persen dibanding periode yang sama tahun lalu atau year on year (yoy).

“Laba bersih BCA dan entitas anak mencapai Rp 29,0 triliun di sembilan bulan pertama tahun 2022, atau tumbuh 24,8 persen yoy,” kata Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Jahja Setiaatmadja, dalam acara paparan kinerja BCA Kuaryal III tahun 2022 di Jakarta, Kamis (20/10).

Dikatakan, untuk total kredit BCA naik 12,6 persen yoy menjadi Rp682,0 triliun. Sehubungan dengan penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan, portofolio BCA tumbuh 18,6 persen menjadi Rp172,7 triliun per September 2022 atau berkontribusi hingga 25,1 persen terhadap total portofolio pembiayaan BCA.

Sedangkan segmen penyaluran kredit untuk kredit korporasi meningkat 13,4 persen mencapai Rp 306,1 triliun di September 2022, sedangkan kredit komersial dan UKM naik 12,6 persen yoy mencapai Rp 203,5 triliun. KPR tumbuh 10,4 persen yoy menjadi Rp 105,0 triliun, dan KKB naik 9,2 persen yoy menjadi Rp 43,8 triliun. Saldo outstanding kartu kredit juga tumbuh 15,8 persen menjadi Rp 13,0 triliun, sehingga total portofolio kredit konsumer naik 10,4 persen menjadi Rp 165,0 triliun.

Dipaparkan, pertumbuhan kredit BCA diikuti oleh perbaikan kualitas pinjaman, sejalan dengan portofolio kredit yang direstrukturisasi berangsur kembali ke pembayaran normal. Rasio loan at risk (LAR) turun ke 11,7 persen di sembilan bulan pertama tahun 2022, dibandingkan 17,1 persen di tahun sebelumnya.

Rasio kredit bermasalah (NPL) terjaga sebesar 2,2 persen sementara rasio pencadangan NPL dan LAR berada pada level yang solid, masing-masing sebesar 247,9 persen dan 49,9 persen. Di sisi pendanaan, CASA naik 15,1 persen yoy mencapai Rp 830,4 triliun per September 2022, berkontribusi hingga 81 persen dari total dana pihak ketiga. Pertumbuhan CASA menjadi penopang utama bagi kenaikan total dana pihak ketiga mencapai Rp 1.026 triliun, atau tumbuh 11,0 persen yoy. Sedangkan total aset BCA naik 10,2 persen menjadi Rp 1.289 triliun.

Sedangkan total volume transaksi naik 39,5 peraen yoy mencapai 17,4 miliar transaksi. Sedangkan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) selama sembilan bulan pertama tahun 2022, yakni naik 9,3 persen menjadi Rp 46,1 triliun. Pendapatan selain bunga tumbuh 7,8 persen menjadi Rp 16,7 triliun, ditopang kenaikan pendapatan fee dan komisi sebesar 15,2 persen.

Secara total, pendapatan operasional tercatat sebesar Rp 62,8 triliun atau naik 8,9 persen. Sementara itu, biaya provisi tercatat turun Rp 3,7 triliun dibandingkan tahun lalu. Didukung oleh pencapaian-pencapaian positif tersebut, laba bersih BCA naik 24,8 persen YoY menjadi Rp 29,0 triliun.

Dikatakan, sebagai bentuk optimisme dalam mendorong penyaluran kredit dan mendukung pemulihan ekonomi, BCA kembali menyelenggarakan BCA Expo Hybrid 2022. Melihat tren pemulihan permintaan kredit konsumer berlanjut. Didukung pelaksanaan dua kali expo di tahun ini, BCA menerima total aplikasi KPR dan KKB senilai Rp 30 triliun.

Selain itu, kami menggelar BCA UMKM Fest 2022 untuk mendukung perkembangan UMKM, serta BCA Wealth Summit 2022 untuk memberikan literasi dan solusi wealth management bagi masyarakat. BCA UMKM Fest mampu menjangkau lebih dari 1.200 UMKM, dan BCA Wealth Summit mencatat lebih dari 1 juta pengunjung. (Lmg)

Kredit

Bagikan