Tak Punya Biaya ke Lombok Motor dan HP Milik Teman Diembat

user
Ary B Prass 31 Oktober 2022, 13:07 WIB
untitled

Krjogja.com - SLEMAN - Niat hati ingin mengadu peruntungan dengan bekerja di Lombok, namun nasib apes malah menimpa RS alias Zein. Bagaimana tidak, untuk biaya perjalanan ke tempat kerjanya yang baru itu, lelaki 25 tahun itu nekat mencuri sepeda motor dan menggelapkan HP milik teman satu kosnya.

Alhasil, pemuda yang kesehariannya mengamen itu kini mendekam di sel tahanan Polsek Depok Barat setelah korban atas ulahnya melapor.

Kapolsek Depok Barat AKP Mega Tetuko didampingi Kanit Reskrim Iptu Mateus Wiwit membenarkan, RS ditahan setelah berstatus sebagai tersangka. Perbuatan RS, diawali saat pelaku diminta tolong oleh korban yakni Putra (23), untuk membelikan makan.

Pelaku kemudian membeli makan menggunakan sepeda motor Honda Nopol AB 2659 HH milik korban, Sabtu (22/10/2022) sekitar pukul 10.00 WIB.

Beberapa saat kemudian, pelaku kembali ke kos di wilayah Caturtunggal Depok Sleman dengan membawa makanan. Usai makan, pelaku meminjam HP merek Samsung milik korban dengan dalih untuk membuka youtube.

Karena tidak curiga, HP pun dipinjamkan kepada pemuda berbadan kecil itu. "Saat korban tidur, pelaku membawa HP dan mengambil kunci motor kemudian membawanya kabur. Setelah terbangun dan sadar jika pelaku telah melakukan tindak pidana, korban lantas melaporkan kejadian itu ke Mapolsek," ungkap Kapolsek, Senin (31/10/2022).

Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku akhirnya diamankan di wilayah Semarang, tempat dimana RS akan menjual motor yang ia curi dari korban. Iptu Wiwit menambahkan, dua barang bukti hasil tindak pidana oleh RS yakni sepeda motor dan HP, berhasil diamankan karena belum sempat dijual oleh pelaku.

Akibat perbuatannya, tersangka RS dijerat Pasal 363 KUHP karena sudah mencuri motor dan 372 KUHP karena menggelapkan HP milik korban. Sementara itu saat diminta keterangannya, RS mengaku hendak menjual sepeda motor dan HP untuk biaya selama dalam perjalanan ke Lombok.

"Saya dapat kerjaan di Lombok, namun tidak ada biaya sehingga kepikiran untuk membawa barang-barang milik korban," kilahnya. (Ayu)

Kredit

Bagikan